Kasasi Ditolak, Polisi Pembunuh M Pansor Itu Tetap Dihukum Mati

Kriminal  SENIN, 12 MARET 2018 , 23:45:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Kasasi Ditolak, Polisi Pembunuh M Pansor Itu Tetap Dihukum Mati
RMOL. Masyarakat tentu belum lupa dengan peristiwa 2 tahun lalu, di mana ditemukan potongan tubuh manusia di Sungai Ogan, OKU Timur.

Rupanya jenazah adalah M Panshor, anggota DPRD Kota Bandarlampung, Ia tewas dihabisi temannya sendiri, seorang anggota Polri bernama Medi Andika. Dalam sidang di PN Tanjung Karang, Medi divonis dengan hukuman mati.


MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang.

Diketahui, dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, April 2017 silam, majelis hakim yang diketuai Minanoer Rahman menjatuhkan pidana mati kepada mantan polisi yang terakhir berpangkat Brigadir itu.

Lantas, mantan personel Polresta Bandrlampung itu mengajukan banding dan majelis hakim Pengadilan Tinggi Tanjungkarang menguatkan putusan hakim pada pengadilan tingkat pertama.

Panitera Muda Tindak Pidana Umum Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang Husnul Mauly mengatakan, putusan MA ini tertuang dalam petikan kasasi 984/K/Pid.B/2017.

”Berdasar petikan putusan yang kami terima, Mahkamah Agung menolak permohonan terdakwa Medi Andika," kata Husnul Mauly.

Dalam poin kedua petikan tersebut, Mahkamah Agung menguatkan dua putusan sebelumnya. ”(Kasasi) ditolak. MA menguatkan putusan (hukuman mati) dua pengadilan sebelumnya,” sebut dia.

Untuk pertimbangan hakim agung menjatuhkan putusan tersebut, Husnul mengaku belum mengetahuinya. Pasalnya pihaknya belum menerima salinan lengkap putusan. ”Kalau pertimbangannya, kami belum tahu. Salinan lengkapnya belum kami terima," ujarnya.

Dilanjutkan, pihaknya belum mengirimkan pemberitahuan kepada jaksa dan pengacara Medi Andika. Ini menunggu salinan lengkap yang diterima Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang.

Terpisah, salah seorang pengacara Medi Andika, Kabul membenarkan kasasi ditolak. Namun pihaknya belum mendapatkan petikan putusan Mahkamah Agung. ”Infonya begitu (kasasi ditolak, Red). Tapi belum tahu ini. Kami belum terima petikannya. Karena itu belum menentukan langkah selanjutnya,” kata Kabul.

Pada bagian lain, Kasiintel Kejari Bandarlampung Andrie W. Setiawan mengatakan, pihaknya belum mengetahui kasasi Medi ditolak. ”Belum tahu, kami belum menerima petikan putusannya,” sebut Andrie.

Diketahui, M. Pansor ditemukan tewas dengan cara dimutilasi, April 2016 silam. Kasus pembunuhan ini diawali dengan hilangnya mantan angota DPRD Bandarlampung itu.

Kemudian ditemukan potongan tubuh yang diduga jasad M. Pansor di sungai OKU Timur, Sumatera Selatan.

Juli 2016, Polda Lampung menangkap Medi Andika dan Tarmidi, yang merupakan seorang karyawan rumah makan. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Tarmidi divonis satu tahun dan enam bulan penjara, potong masa tahanan. [ida/jpnn]


Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00