Pemprov Perketat Masuknya Produk non SNI

Ekonomi  SENIN, 12 MARET 2018 , 23:15:00 WIB | LAPORAN: AAN WAHYUDI

Pemprov Perketat Masuknya Produk non SNI
RMOL. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) bakal lebih ketat mengawasi peredaran produk non Standar Nasional Indonesia (SNI) di Kota Palembang.

Terkait dengan temuan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat melakukan inspeksi di sejumlah pasar modern dan pasar tradisional, dengan ditemukannya produk non pangan yang tidak sesuai standar SNI, mulai dari pakaian dalam hingga peralatan elektronik.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, pihaknya telah rutin menginstruksikan kepada instansi terkait untuk lebih giat lagi melakukan pengawasan produk yang beredar di Kota Palembang.

"Sudah saya instruksikan untuk lebih giat melakukan pengawasan secara terus menerus," tegasnya, Senin (12/3).

Pengawasan terhadap peredaran produk non SNI non pangan ataupun bahan pangan perlu lebih ditingkatkan. Apalagi Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan event akbar Asian Games. Dimana akan banyak tamu dari berbagai negara yang berkunjung ke Palembang.

"Pedagang di pasar (tradisional/modern) harus menjual produk-produk yang aman dan berkualitas termasuk produk makanan, tentunya dengan jaminan SNI," ungkapnya.

"Kan nanti akan banyak tamu-tamu Asian Games yang berbelanja di Palembang," imbuhnya.

Gubernur menambahkan, instansi yang terkait dengan pengawasan produk yang beredar di pasar tradisonal ataupun modern dapat melakukan sidak tanpa terhadwal. Guna menghidari kecurangan yang dilakukan pedagang.

"Sidak tidak harus menunggu dari pemerintah pusat, bisa dilakukan setiap saat tanpa terjadwal, akan dapat memberikan efek jera terhadap penjual yang nakal," tegasnya.

Beberapa waktu lalu, Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan RI bersama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel melakukan sidak produk SNI dan berlabel ke sejumlah titik di Kota Palembang, baik pasar tradisional maupun ritel modern. Dari sidak tersebut, didapati sejumlah produk dalam jenis elektronik, pakaian, hingga bahan makanan yang terindikasi non SNI dan tidak memiliki label dagang yang sesuai. [ida]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 13:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00