Premium Bukan Untuk Diretail, Tangki Modif Jangan Dilayani

Ekonomi  SENIN, 12 MARET 2018 , 18:50:00 WIB | LAPORAN: DELTA HANDOKO

Premium Bukan Untuk Diretail, Tangki Modif Jangan Dilayani
RMOL. Menyikapi terbatasnya suplay bahan bakar minyak (BBM) jenis premiuan, Pemkot Pagaralam melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DISP2KUKM) Kota Pagaralam mengimbau kepada pemilik usaha untuk melakukan pembatasan penjualan bagi setiap kendaraan yang melakukan pengisian di empat SPBU yang ada di wilayah Kota Pagaralam.

Informasi yang dihimpun RMOLSumsel, Senin (12/3) untuk pengisian premium ini tak jarang masih ditemui antrian mengular hingga ratusan meter panjangnya ke luar area SPBU. Parahnya, badan jalan umum ikutan menyempit yang tak jarang juga dikeluhkna oleh pengguna jalan.

Merujuk peraturan Menteri ESDM RI, bahwa bahan bakar minyak (BBM) yang bersubsidi tidak untuk diretail, atau diperjualbelikan,” ungkap Saidi Amrullah, Kepala DISP2KUKM Kota Pagaralam.

Dia juga tidak menampik kondisi dilapangan, BBM bersubdisi ini juga masih ada yang ditemui diperjualbelikan oleh pedagang.

Masih ada penjual premium  di pinggir jalan,” katanya.

Oleh karenanya, melalui surat edaran ini kepada pihak SPBU untuk berperan aktif menyalurkna bahan bakar minyak khususnya yang bersubsidi.

BBM bersubsidi ini sudah ada ketentuannya untuk dijual langsung oleh pengguna," jelasnya.

Bersamaan dengan surat edaran yang diterbitkan No 510/110/DISP2KUKM/2018 tertanggal 7 Maret 2018 tersebut, menindaklanjuti surat edaran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI No : 0013.E/10/DJM.0/2017 tertanggal 27 Desember 2017 tentang ketentuan penyaluran Bahan Bakar Minyak melalui penvalur serta berdasarakan hasil kesepakatan rapat bersama.

Pihak SPBU untuk tidak diperkenankan melakukan penimbunan BBMbersubsidi dengan kendaraan tangki modifikasi, tidak diperbolehkan melayani pembelian berulang-ulang, pembelian jenis premium dibatasi Rp.200 ribu setiap kendraan

Melalui kesepakan bersama setelah melakukan rapat bersama dengan pengelola SPBU sekitar seminggu lalu, mereka juga akan disanksi jik amelanggar sesuai dengan aturan undang-undang berlaku.

Untuk sanksi kita tak bisa berbuat banyak, namun pihak Pertamina yang lebih kompeten. Kendati demikian jika ada temuan tetap akan kita laporkan ke Pertamina untuk ditindaklanjuti dengan sanksi tegas,” tandas Saidi.[rik]

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00