Banyak Manuver, GMPG Diduga Ditunggangi

Politik  SABTU, 10 MARET 2018 , 10:17:00 WIB

Banyak Manuver, GMPG Diduga Ditunggangi

Airangga Hartarto/NET

RMOL. Manuver Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) belakangan ini dinilai ditunggangi oleh kelompok atau elit-elit Golkar yang merasa kepentingannya terganggu.

Mereka berjuang bukan untuk membesarkan Golkar tetapi didorong oleh kelompok yang tidak diakomodaisi dalam kepengurusan Golkar pimpinan Airlangga Hartarto atau yang tidak suka dengan figur Airlangga menjadi ketua umum Golkar. Mereka ingin terus merongrong kepemimpinan Airlangga.

"Mereka tidak murni mau membersarkan Golkar. Kami curigai ada elit-elit Golkar di belakang mereka yang merasa kepentingannya terganggu. GMPG tidak mungkin bermain sendiri," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar bidang Kajian Strategis dan Intelijen, Viktus Murin di Jakarta, Sabtu (9/3), seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Diketahui, GMPG menolak penujukkan Melchias Markus Mekeng sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR menggantikan Robert Jopie Kardinal. Mereka juga aktif mengkritik kepemimpinan Airlangga sejak terpilih Desember 2017 lalu.

Dalam penujukkan Mekeng, inisiator GMPG Siradjudin Abdul Wahab mencurigai pergantian dilakukan Airlangga untuk menekan KPK. Alasannya agar KPK tidak memproses Mekeng dalam dugaan korupsi proyek KTP-el.

"Menyisakan tanya besar, apakah pergantian itu untuk memberikan tekanan politik terhadap KPK," kata Sirajuddin.

Terhadap pernyataan Sirajuddin itu, Viktus menilai ngawur dan tendensius. Alasannya tidak ada kolerasi penunjukan Airlangga tersebut terhadap Mekeng dengan apa yang dituduhkan Sirajuddin.

"Apa korelasinya antara jabatan Ketua Fraksi dengan pekerjaan KPK? Posisi Golkar terhadap eksistensi KPK sejak awal sudah jelas yakni mendukung upaya-upaya penguatan KPK. Bagaimana mungkin Fraksi Partai Golkar bertindak di luar kebijakan partai? Ini kan ngawur," ujar mantan Sekjen Presidium GMNI ini.

Menurut Viktus, pernyataan Sirajuddin itu sebagai serangan politik yang tendensius terhadap Airlangga sekaligus serangan politik terhadap Mekeng. Dengan pernyataan tersebut, GMPG tidak mengakui Airlangga sebagai ketum karena dianggap salah telah menunjukkan Mekeng. Padahal penunjukan Mekeng adalah sebuah keputusan partai.

"Sebaiknya tidak boleh memastikan sesuatu hal berdasarkan asumsi-asumsi kosong yang terbangun atas dasar lamunan. Apalagi jika hanya membawa pesan dari pihak-pihak yang kepentingannya terganggu selama ini," saran Viktus.

Dia meminta GMPG agar lebih produktif dalam mengelaborasi problematika kebangsaan dan kemasyarakatan berbasis ide-ide. GMPG juga harus berjuang berdasarkan spirit karya-kekaryaan sebagaimana yang menjadi karakter Golkar.

"GMPG bukan bagian dari struktur resmi Partai Golkar. Namun, apabila orang-orang yang berhimpun di situ masih merasa sebagai kader Golkar, seharusnya memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah dan martabat Golkar. Bukan menggerogoti dan merongrong kepemimpinan Airlangga," tutup Viktus. [sri]



Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 13:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00