SUARA PUBLLIK

Prabowo Is My President

OPINI  SENIN, 05 MARET 2018 , 19:45:00 WIB

Prabowo Is My President

prabowo subianto/net

ENTAH siapa yang memulai, tiba-tiba saja muncul opini yang mendudukkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Cawapres, dipasangkan dengan Jokowi sebagai Capresnya.


Opini sesat tersebut diperkuat dengan seabrek argumentasi fiktif yang seakan Partai Gerindra-lah yang akan diuntungkan oleh adanya duet tersebut.

Argumentasi fiktif itu misalnya, Partai Gerindra akan terhindar dari potensi rasa malu jika Pak Prabowo kalah untuk yang ketiga kali. Dan juga pendukung Partai Gerindra tidak akan merasakan kecewa lagi, apalagi Pilpres 2014 masih menyisakan luka kekalahan yang menganga.

Dan anehnya, meskipun telah dibantah berkali-kali oleh jajaran DPP Partai Gerindra, namun tidak menyurutkan penggiringan opini menyesatkan tersebut. Bantahan DPP Gerindra dianggap angin lalu karena setiap bantahan langsung ditimpa dengan serbuan argumentasi palsu.

Terlebih aneh lagi, para elite parpol pendukung pemerintah juga mulai tak segan-segan tampil sebagai pemproduksi argumentasi palsu. Karena kali ini yg menyampaikan adalah elite politik, maka bahasanya pun disesuaikan jadi agak intelek sedikit, misalnya, bahwa duet Jokowi-Prabowo akan memperkuat soliditas bangsa dan mencegah gesekan antar kelompok masyarakat.

Opini tersebut bagi keluarga besar Partai Gerindra adalah suatu usaha pembusukan terhadap usaha Partai Gerindra merebut kekuasaan di Pemilu 2019. Bagi Gerindra, harum kemenangan sudah tercium di depan mata. Perjuangan panjang yang sudah dilalui dengan berdarah-darah sebentar lagi akan tertebus dengan duduknya Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia.

Wajar jika ada pihak-pihak yang gemetaran melihat membesarnya Partai Gerindra. Rakyat mulai berbondong-bondong memberikan dukungan kepada Gerindra dan Pak Prabowo. Rakyat mulai sadar bahwa selama ini telah dibohongi oleh politik pencitraan.

Pilkada Jakarta bisa menjadi pijakan di mana kandidat yang didukung oleh kekuasaan dapat ditumbangkan oleh kandidat yang diusung oleh Partai Gerindra dengan angka selisih yang telak.

Tuntutan perubahan nyata di depan mata. Rakyat mulai sadar bahwa selama ini tersesat oleh giringan opini sesat. Maka timbullah gerakan penyadaran untuk mencari pemimpin sejati. Pemimpin yang tampil apa adanya dan tidak bersembunyi dalam topeng pencitraan.

Lihatlah rakyat sudah mulai berani menyuarakan kehendaknya. Peristiwa diserangnya akun instragram Presiden Jokowi oleh lebih dari 650 ribu kritikan tidak bisa dianggap sebelah mata. Rakyat sudah berani melompati pagar ancaman hate speech. Rakyat sudah tidak peduli jika yang dilakukannya bisa menjeratnya ke penjara.

Itulah yang dilihat oleh lawan politik Pak Prabowo. Diakui atau tidak, rakyat semakin menaruh harapan besar kepada Pak Prabowo untuk membawa Indonesia keluar dari lilitan berbagai persoalan kebangsaan. Sementara di sisi lain tepatnya dari dalam Istana, diterima atau tidak, lilitan kebangsaan kian hari kian kencang dan menyesakkan.

Rupiah terkoreksi tajam dan tidak menutup kemungkinan akan mencium level Rp. 15.000 per dolar AS. Utang makin menumpuk mencapai Rp 4.636 triliun. Indikator-indikator lain juga menunjukkan level suram. Proyek listrik 35.000 MW nyatanya terealisasi hanya 3,8 persen saja. Proyek-proyek infrastruktur lainnya juga satu-persatu mulai ambruk.

Menghadapi kenyataan pahit tersebut, janganlah tarik-tarik Pak Prabowo dalam lilitan persoalan Istana. Kalau memang sudah tidak sanggup, lebih baik kibarkan bendera putih. Bukan level Pak Prabowo menjadi Cawapres. Pak Prabowo siap menjadi presiden secara demokratis dan akan menuntaskan persoalan-persoalan kebangsaan secara tuntas.

Moh. Nizar Zahro
Ketua Umum Satria Gerindra 

Komentar Pembaca
MELURUSKAN CARA PANDANG BPJS KESEHATAN

MELURUSKAN CARA PANDANG BPJS KESEHATAN

MINGGU, 09 DESEMBER 2018

KEKUASAAN DAN DEMOKRASI

KEKUASAAN DAN DEMOKRASI

MINGGU, 09 DESEMBER 2018

Reuni 212 Tanpa Tokoh Sentral

Reuni 212 Tanpa Tokoh Sentral

SABTU, 08 DESEMBER 2018

KETIDAKADILAN REZIM PERS

KETIDAKADILAN REZIM PERS

SABTU, 08 DESEMBER 2018

BELASUNGKAWA TRAGEDI NDUGA

BELASUNGKAWA TRAGEDI NDUGA

SABTU, 08 DESEMBER 2018

'Bunuh Diri' Jurnalisme Harian Kompas

'Bunuh Diri' Jurnalisme Harian Kompas

RABU, 05 DESEMBER 2018

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00