Jogja Ora Didol, Jangan Usik

Budaya  MINGGU, 04 MARET 2018 , 23:26:00 WIB

Jogja Ora Didol, Jangan Usik

Foto/Net

RMOL. Jangan usik tanah Yogyakarta. Affirmative policy bukan 'rasisme tanah'. Gerakan segelintir non pribumi menggugat Ngarsa Dalem hanya menguntungkan taipan.

It has nothing to do with Chinese, Arab, and India. Cuma bisa-bisanya si Handoko dan aktifis pencari panggung.

Tanah Yogyakarta hanya seluas 3185,80 Km2. Di Amerika ada Indian Reservation. Luas totalnya 227.000 Km2 atau 2.3 persen luas Amerika. Itu area khusus. Indian reservation is an area of land reserved for Indian use.

Indian sebagai native punya wilayah khusus. No white men bilang itu 'rasisme tanah'. Segelintir kapitalis ingin mengambil batu bara, gas bumi dan mineral lain di bawah zona-zona khusus Indian itu. Mereka angkat isu ekonomi dan poverty. Bukan wacana 'rasisme tanah' macam Handoko cs.

Kolonialisasi Kulit Putih menggerus Native Indian. Orang-orang asli dibunuh, direlokasi dan digusur. Tanahnya diambil. Ada dengan cara dibeli dengan murah. Misalnya, Manhattan dibeli dengan harga US$24 dari suku Lenape Indian.

In 1764, proposal Plan for the Future Management of Indian Affairs dirilis Board of Trade. Proposal ini adalah cikal bakal Indian removal act (1830).

Perlawanan Indian tak pernah surut. Mereka berusaha merebut kembali tanah-tanah nenek moyang.

Sioux War (1876-1881), Nez Perce War sampai final resistance yang dipimpin Geronimo dari Suku Chiricahua Apaches di Arizona.

Akhirnya, Indian New Deal lahir tahun 1934. Treaty ini encourage tribal sovereignty dan land management by Indian. Dua puluh tahun kemudian, 8000 km tanah dikembalikan ke sejumlah suku. Sekarang, ada 310 reservasi bagi 567 suku Indian yang diakui.

Dan enggak ada seorang pun yang menyatakan itu sebagai 'rasisme tanah'. Mungkin hanya Handoko yang akan bilang begitu.

Anyway, saya bertanya, who the hell is Handoko? Yap Hong Gie bilang "Hanya Doyan Tongkol". I think, You know what it means. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)




Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00