MENUJU PERADABAN

Kedaulatan Bahasa

Oleh: JAYA SUPRANA

OPINI  MINGGU, 04 MARET 2018 , 09:58:00 WIB

Kedaulatan Bahasa
27 Desember 1949, di alun-alun di depan HetKoninklijk Paleis te Amsterdam, masyarakat berkumpul terutama masyarakat Indonesia yang berada di Negeri Belanda untuk menyaksikan suatu upacara kenegaraan.


Bung Hatta datang dengan mengenakan mantel hitam yang tebal akibat cuaca musim dingin yang sangat dingin. Upacara dimulai dengan Bung Hatta memeriksa barisan kehormatan dan kemudian dilanjutkan dengan upacara Penyerahan Kedaulatan di Istana Kerajaan Belanda di Amsterdam.

Perwakilan Kerajaan Belanda dan Republik Indonesia menjadi saksi hidup penyerahan kedaulatan dari Ratu Juliana kepada wakil presiden Republik Indonesia Muhammad Hatta. Tampak pula Sultan Pontianak Alkadriedan Prof Dr Supomo.

Dari delegasi Belanda, hadir PM Belanda Willem Dreesdan Van Royen.
Setelah penandatanganan teks naskah penyerahan kedaulatan, dilanjutkan dengan pidato Ratu Juliana dalam Bahasa Belanda. Namun sebagai puncak acara adalah pidato Bung Hatta yang dibacakan dalam Bahasa Indonesia meski sebenarnya Bung Hatta fasih berbahasa Belanda dan Inggris.

Penyerahan kedaulatan ini merupakan hasil dari Konperensi Meja Bundar yang diselenggarakan di Den Haag mulai 23 Agustus sampai 2 November 1949.

Sumpah Pemuda

Pidato Bung Hatta pada upacara Penyerahan Kedaulatan yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia di hadapan Ratu dan Perdana Menteri serta para petinggi Kerajaan Belanda di Istana Kerajaan Belanda merupakan pengejawantahan Sumpah Pemuda: Satu Bahasa, Bahasa Indonesia demi menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa Indonesia di panggung internasional.

Tradisi Bung Hatta berpidato dalam bahasa Indonesia di masa lalu itu, di di masa kini dilanjutkan oleh Vladimir Putin yang senantiasa menyampaikan pidato kenegaraan dalam bahasa Rusia meski sebenarnya Putin fasih berbahasa Inggeris.

Protokol kepresidenan Perancis masa kini bahkan mewajibkan para presiden Perancis untuk menyampaikan pidato kenegaraan di mancanegara apalagi di dalam negeri dalam bahasa Perancis . Tampaknya semua bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga atas bahasa diri sendiri. Maka Kedaulatan Bahasa merupakan bagian hakiki yang melekat pada Kedaulatan Bangsa. Menggunakan Bahasa Indonesia merupakan bagian hakiki yang melekat pada Gerakan Kebanggaan Nasional.

Namun di masa kini di Indonesia terutama (tidak semua) generasi jamanow yang beruntung bisa bersekolah di luar negeri atau di sekolah internasional di dalam negeri merasa lebih bangga akibat merasa lebih bergengsi dalam menggunakan bahasa Inggeris ketimbang bahasa Indonesia.

Bahasa asing justru menjadi kebanggaan. Maklum lain padang lain belalang maka lain jaman lain kebanggaan. [rmol]

Komentar Pembaca
MELURUSKAN CARA PANDANG BPJS KESEHATAN

MELURUSKAN CARA PANDANG BPJS KESEHATAN

MINGGU, 09 DESEMBER 2018

KEKUASAAN DAN DEMOKRASI

KEKUASAAN DAN DEMOKRASI

MINGGU, 09 DESEMBER 2018

Reuni 212 Tanpa Tokoh Sentral

Reuni 212 Tanpa Tokoh Sentral

SABTU, 08 DESEMBER 2018

KETIDAKADILAN REZIM PERS

KETIDAKADILAN REZIM PERS

SABTU, 08 DESEMBER 2018

BELASUNGKAWA TRAGEDI NDUGA

BELASUNGKAWA TRAGEDI NDUGA

SABTU, 08 DESEMBER 2018

'Bunuh Diri' Jurnalisme Harian Kompas

'Bunuh Diri' Jurnalisme Harian Kompas

RABU, 05 DESEMBER 2018

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00