Proyek e-KTP Sasar Peran Ketua Fraksi

Politik  JUM'AT, 02 MARET 2018 , 09:11:00 WIB

Proyek e-KTP Sasar Peran Ketua Fraksi

net

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mencari bukti dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik (KTP-el). Termasuk, keterlibatan para Ketua Fraksi DPR RI yang disebut-sebut turut kecipratan fee proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Dalam dakwaan yang disusun jaksa penuntut KPK, proyek e-KTP tahun anggaran 2011 ini dikuasai tiga partai besar ketika itu. Antara lain yakni Partai Golkar, Partai Demokrat dan PDI Perjuangan.

Dalam dakwaan itu Partai Golkar diperkaya sebesar Rp150 miliar, Partai Demokrat Rp150 miliar dan PDI-Perjuangan senilai Rp80 miliar.

"Jadi penyelidik atau penyidik akan melihat sejauh mana peran setiap orang bukan sekedar disebut-sebut," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dikonfirmasi, kemarin seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Dia menjelaskan, tim akan terus menggali setiap fakta yang muncul dalam sidang. Bukti-bukti di luar persidangan juga demikian. Termasuk, kesaksian Muhammad Nazaruddin dalam sidang yang menyebut masing-masing Ketua Fraksi di DPR ikut menerima fee dengan jumlah yang bervariasi.

Saat proyek e-KTP ini bergulir, Ketua Fraksi PDI Perjuangan dijabat Puan Maharani, Ketua Fraksi Golkar dijabat Setya Novanto, dan Ketua Fraksi Partai Demokrat dijabat oleh Anas Urbaningrum, kemudian digantikan oleh Jafar Hapsah.

"Kalau ada fakta-fakta yang bisa kami kembangkan nanti maka hanya masalah waktu  saja. Namun kalau tidak, ya kami harus hati-hati," kata Saut.

Jafar Hapsah sendiri sudah mengakui menerima fee dari proyek KTP-el sekira Rp1 miliar. Sementara, Setya Novanto sudah menjadi terdakwa.

Berbeda dengan keduanya, Puan Maharani justru belum pernah diperiksa oleh KPK sejauh penyidikan proyek yang merugikan keuangan negara hampir Rp 2,3 triliun ini. [rhd]



Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 13:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00