Tewasnya Adelina, Pemerintah Didesak Stop Kirim TKI ke Malaysia

Seleb  SENIN, 19 FEBRUARI 2018 , 09:48:00 WIB

Tewasnya Adelina, Pemerintah Didesak Stop Kirim TKI ke Malaysia

NET

RMOL. Pasca tewasnya Adelina Lisao, TKI asal Nusa Tenggara Timur, desakan untuk moratorium tenaga kerja ke Malaysia mulai bergulir. Bahman Dubes Indonesia untuk Malaysia Rudi Kirana ikut menyuarakan hal tersebut.

Sabtu (17/2), jenazah Adelina Lisao tiba di kampung halamannya disambut isak tangis keluarga. Adelina yang tewas karena disiksa majikan tempatnya bekerja bukan hanya membawa kesedihan bagi keluarga, tapi masyarakat Indonesia.

Dubes Rusdi Kirana tidak menerima atas kejadian yang terjadi, menurutnya kejadian pada Adelina Lisao merupakan tragedi kemanusiaan. Hal ini membuatnya menginginkan adanya moratorium TKI sektor rumah tangga kepada Malaysia.

"Peristiwa ini (Adelina) merupakan tra­gedi kemanusiaan yang sangat menyayat hati. Sudah waktunya kita melakukan moratorium pengiriman TKI ke Malaysia, khususnya pekerja sektor rumah tangga," katanya melalui keterangan tertulisnya.

Usulan juga akan disampaikan Dubes Rusdi kepada Presiden RI Joko Widodo. Hal ini disampaikannya untuk membuka kembali langkah-langkah dan kesepakatan baru mengenai perlindungan para pekerja yang lebih baik dari peristiwa yang mem­buat banyak pihak menyayangkan.

"Saya akan sampaikan langsung usulan moratorium ini kepada Presiden. Moratorium diperlukan untuk berikan kesempatan kepada kedua negara mem­perbaiki tata kelola pengiriman dan me­negosiasikan ulang perjanjian yang lebih melindungi TKI," kata mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini.

Selain Rusdi Kirana, warga dunia maya juga ikut menyuarakan moratorium TKI. "Ya mending moratorium dulu sudah berkali-kali kejadian TKI jadi korban pe­nyiksaan di malaysia @jokowi," cuit akun @yuanbowo. "Setuju pak Dubes, semoga segera tidak ada lagi pengiriman TKW ke­luar negeri," sahut akun @LunaMocha.

"Pemerintah perlu moratorium TKI ke Malaysia & review MOURI-Malaysia," ujar akun @Tim_Pgbn.  "Moratorium Pengiriman TKI ke Malaysia akankah menjadi posisi ta­war terhadap TKI kita menjadi semakin kuat?" kata akun @kancantaradio.

"Ayo pak @jokowi_do2 lanjutkan mora­torium tki ke malaysia & ciptakan lapangan kerja sebayak-banyaknya di seluruh tanah air, jangan blusukan terus," cuit akun @ yudha4efah.

"Sebaiknya tki jangan dikirim lagi, cukup sudah kirim tki yang berpendidikan saja," kata akun @YusufSa71581232.

"TKI meninggal di Malaysia akibat perlakuan biadab. Sudah waktunya pemer­intah merevisi aturan pengiriman TKI ..." kecam akun @TaufikDarusman6.

"Betul itu, begitu juga baiknya tak lagi mengirim tki ke Malaysia atau mana pun negara..." ujar akun @dkarhita.

"Sejak dulu masalah ini hanya berulang seperti arisan. Solusinya STOP KIRIM TKI KE MALAYSIA," dukung akun @fajaralam3. "Sudah stop pengiriman ...TKI ...Derita memilukan dan Martabat Bangsa RI diinjak injak," timpal akun @ AbdulHa66625020.

"Mau sampai kapan kita kirim warga negara kita sendiri untuk dibantai di negeri orang pak @jokowi. Pak @hanifdhakiri ? Mana perlindungan negara? Stop ekspor TKI pak kalau mereka tidak terlindungi," ujar akun @elyas_dj.

Meskipun baru sebatas ancaman, namun ancaman moratorium ini membuat kekha­watiran Malaysia. Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi merespons mengenai moratorium yang menurutnya akan merugikan kedua negara jika benar dilaksanakan.

"Kami sangat menyesal jika media melaporkan tentang Indonesia yang ber­niat menghentikan pengiriman pekerja rumah tangga ke Malaysia karena kasus pelecehan pembantu (Adelina) yang terisolasi itu benar," ucapnya dilansir Channelnewsasia, kemarin (18/2).

Bukan hanya menyesalkan kejadian yang terjadi, Wakil PM Malaysia tersebut juga mengungkapkan akan melakukan pertemuan dalam waktu dekat dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri. Pertemuan menurutnya untuk mencari titik temu dalam usulan yang sedang digaungkan.

"Kami akan melihat kembali kesepakatan antara pengusaha dan karyawan, jika ada kekurangan dalam peraturan, kami akan melakukan review termasuk di SOP (Standard Operating Procedures)," tutupnya. [sri/rakyat merdeka]



Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00