Resmi Berdiri, FKB Sriwijaya Bersatu Dideklarasikan di Jakarta

Budaya  SABTU, 17 FEBRUARI 2018 , 21:15:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Resmi Berdiri, FKB Sriwijaya Bersatu Dideklarasikan di Jakarta
RMOL. Forum Keluarga Besar  Sriwijaya Bersatu (FKB Sriwijaya Bersatu) dideklarasikan di Jakarta,  Sabtu (17/2). Deklarasi dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional  (Munas) I FKB Sriwijaya Bersatu di Hotel Maharaja, Jakarta.

Deklarator FKB Sriwijaya Bersatu  terdiri atas tokoh/berbagai   elemen masyarakat dan berbagai kalangan. Mereka berasal dari daerah-daerah di regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yaitu Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

Mereka antara lain H Nazarudin Kiemas (Anggota DPR RI), Azkar Badri (pegiat The Rawas Institute), Mirza Basa (aktivis), Gefarina Djohan (akademisi), Dwi Hendro Widayatmoko (akademisi/akuntan), Lukman Lintang (pegiat LSM), M Ridho (aktivis),  dan Hesma Eryani (pers).

Tokoh masyarakat Sumbagsel H Nazarudin Kiemas menegaskan,  semua niat baik FKB Sriwijaya Bersatu bisa diwujudkan jika semua anggota dan elemen bersatu. Kebersatuan tersebut juga harus dilakukan FKB Sriwijaya Bersatu dengan kelompok/perkumpulan asal Sumbagsel lainnya.

Dari pengalamannya, banyak tujuan-tujuan berhasil dilaksanakan karena adanya kekompakan dan kebersatuan warga asal Sumbagsel. Partisipasi FKB Sriwijaya Bersatu dalam pembangunan sangat penting.

"Angka kemiskinan kita cukup tinggi. Namun, angkanya akan makin tinggi jika kita tidak berbuat. Karena itu kita harus berbuat agar angka kemiskinan itu tertolong," katanya.

Dia mengingatkan agar hubungan kekeluargaan antar anggota FKB Sriwijaya Bersatu dibangun dan dijaga dengan baik.

Menurut Mirza Basa, pendirian forum ini diharap dapat merangkul semua elemen dan SDM sesama Sumbagsel.

"Saya berharap keberadaan FKB Sriwijaya Bersatu ini dapat memberi manfaat banyak bagi masyarakat Sumbagsel," kata Mirza.

Faktanya, lanjut dia, banyak tokoh asal Sumbagsel yang berhasil. Namun banyak pula warga masyarakat Sumbagsel yang belum berhasil dalam hidup mereka.  Dalam kondisi seperti itu, FKB Sriwijaya Bersatu menjadi katalisator untuk memajukan mereka.

FKB Sriwijaya Bersatu diharapkan menjaid perekat antar masyarakat Sumbagsel, bukan pengurai.

"Kita berharap melalui FKB Sriwijaya Bersatu mampu merangkul, mengangkat satu sama lain, bukan saling merendahkan, dan sebagainya," katanya.

Sementara itu  Azkar Badri mengatakan Sriwijaya merupakan sebuah kerajaan besar hingga ke negara lain seperti Thailand. Bukan tidak mungkin suatu saat FKB Sriwijaya Bersatu juga berdiri di Thailand atau negara-negara lain.

Frasa "Sriwijaya Bersatu" merupakan komitmen organisasi agar menjadi warga bersatu masyarakat Sumbagsel. [ida]

Komentar Pembaca
Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Ketum PP Muhammadiyah Siap Menangkan Prabowo-Sandi

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

Kedok #2019GantiPresiden Terbongkar

JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 21:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00