Acara Bawaslu Sumsel Dicueki Parpol

Laporan : Suhardi

Politik  RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 23:09:00 WIB

Acara Bawaslu Sumsel Dicueki Parpol

RMOLSumsel

RMOL. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan (Sumsel) Junaidi merasa kecewa lantaran acara deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi Sara dalam pilkada serentak tahun 2018 yang digelar di Sekretariat Bawaslu Sumsel, Rabu (14/2) hanya dihadiri segelintir pengurus partai politik (Parpol).

Junaidi kecewa karena perwakilan Parpol yang hadir dalam kegiatan itu sangat minim, hanya tiga parpol. Padahal Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnaen Abdinegara, ketua KPU Sumsel Aspahani dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) M Yusuf Wibowo hadir, Ormas, OKP, Parpol dan OSIS.

"Apa ada parpol yang datang, padahal mereka diundang, hanya tiga partai yang hadir,  Nasdem, PAN dan PKPI, dari 12 parpol yang ada. Jangan hanya anda (parpol) yang butuh saat dilakukan verifikasi butuh dengan kita,  tapi seharusnya kita saling bantu. Dengan kejadian ini nanti kita awasi lagi parpol yang ada," kata Junaidi dalam sambutannya.

Dia mengatakan, deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politik Sara, dilakukan serentak se Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dimana ada 171 daerah yang melaksanakan Pilkada, namun antusias parpol di Sumsel sangat minim.

"Kalau di pusat, semua pimpinan parpol  hadir. Jadi kita kecewa, karena parpol tidak peduli, namun ini bukan persoalan karena demokrasi, hadir atau tidak bukan urusan," tandasnya.

Junaidi menerangkan, dalam deklarasi itu pihaknya memang tidak mengundang paslon yang ada. Sebab dikhawatirkan ada kampanye diluar jadwal, sehingga hanya parpol saja.

Ditambahkan Junaidi, Pilkada merupakan pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia dan Sumsel dilakukan 5 tahun sekali, yang merupakan hak dan kewajiban masyarakat yang sudah memenuhi syarat. Dengan jumlah pimpinan Bawaslu Sumsel dan Panwaslu Kabupaten/ kota yang masing-masing berjumlah 3 orang, dirasa sulit untuk melakukan pengawasan dengan kondisi yang luas.

"Maka kami mengajak semua pihak mengawasi semua proses ini, karena tidak mungkin kami mengawasinya sendiri. Jadi bantu kami mengawasinya, karena ini pesta kita dan pesta demokrasi," tandasnya.

Terpisah pengamat politik Unsri Dr Febrian menilai  Bawaslu Sumsel harus proporsional. Bisa saja kesalahan dari panitia sendiri, termasuk teknis acara kegiatan, sehingga parpol tidak hadir.

"Rasanya tidak sejauh itu kesal (sampe murka), dalam bahasa sederhana Bawaslu mengingatkan tiap pihak, untuk bertanggung jawab atas peranan masing-masing?" Jelasnya.

Dilanjutkan Febrian, apalagi Bawaslu Sumsel punya peranan mengawasi KPU dalam pentahapan penetapan dan sebagainya.

"Parpol bisa saja tidak antisipatif, namun KPU Sumsel tidak mampu menyukseskan acara juga mnjadi pertanyaan. Nah Bawaslu tanya itu KPU apa yang sudah terjadi," pungkasnya. [rhd]

Komentar Pembaca
Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

Partai Demokrat Musuh Dalam Selimut

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00