Gelar Pengundian Nomor di Hotel Mewah, KPU Sumsel Dinilai Tak Peka Sosial

Politik  RABU, 14 FEBRUARI 2018 , 08:58:00 WIB | LAPORAN: SUHARDI

Gelar Pengundian Nomor di Hotel Mewah, KPU Sumsel Dinilai Tak Peka Sosial

Pengundian nomor urut paslon Gubernur Sumsel di hotel mewah jadi sorotan/RMOLSUMSEL

RMOL. Pengamat Sosial Politik, Bagindo Togar menilai Komisioner KPU Sumsel tidak memiliki kepekaan sosial lantaran menyelenggarakan acara pengundian nomor urut pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sumsel di hotel berbintang nan mewah.

"Miris dan terkesan sangat tidak etis KPUD Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan acara penetapan nomor urut pasangan calon Gubernur di Hotel berbintang atau high class di Kota Palembang. Sungguh para Komisioner KPU Provinsi Sumatera Selatan tidak memiliki kepekaan sosial, hingga "begitu teganya" melaksanakan satu dari tahapan Pilkada di Hotel Mewah. Sangat disayangkan dan memilukan mencermati sikap juga perilaku para Anggota KPU Provinsi yang memutuskan acara diatas berlangsung di tempat yang "berjarak " dengan aspirasi publik," ujar Bagindo Togar kepada RMOLSumsel, Selasa (13/2).

Padahal kata dia, KPU Sumsel sejatinya telah memiliki kantor yang sangat layak untuk mengadakan perhelatan pengundian nomor urut.

"Apakah para "petinggi KPUD Provinsi Sumsel " lupa bahwa penetapan capres/ cawapres saja berlangsung di Gedung KPU Pusat? Syukur KPU Kota Palembang "tidak latah " berhotel Mewah dalam penetapan nomur urut para Paslon," tambah Bagindo.

Menurutnya, jika pun KPU Provinsi Sumsel berhasrat menyelenggarakannya di luar gedung atau kantor KPU Provinsi, banyak tempat yang dinilainya layak untuk dijadikan tempat pengundian nomor urut.

"Kota Palembang sebagai Ibukota Provinsi tidak kekurangan " Landmark " untuk digunakan sebagai area kegiatan di atas, misal kita punya BKB, Monpera, Taman Kambang Iwak, pelataran Parkir DPRD Provinsi, Palembang Square dan lain lain. Sehingga Pilkada Gubernur Sumatera Selatan kelak bisa ditransformasikan sebagai pesta rakyat bukan pesta kaum elite," katanya lagi.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Sumsel Liza Lizuarni mengatakan, digelarnya acara pengundian nomor urut paslon Gubernur-wakil Gubernur Sumsel 2018 di Hotel Novotel Palembang, karena lokasi acara lebih memadai dibanding Kantor KPU Sumsel.

"Sebenarnya kalau di Kantor (KPU) lebih kecil. Kemarin pada penetapan kami hanya jatahi 15 setiap pasangan calon dan partai politik. Kalau disini jauh lebih banyak 60," kata Liza.

Disinggung soal anggaran yang lebih besar digunakan jika dibandingkan kantor KPU, Liza mengatakan lumayan.

"Jadi sebenarnya begini ketika rapat pleno penetapan untuk pengumuman di kantor KPU. Itu di PKPU nya ada, nah kalau tempat pengundian dipersilahkan. Inikan biar lebih meriah, lebih rame. Karena pengundiankan jauh lebih santai dibanding penetapan. Kalau penetapan agak tegang kan. Karena orang belum tahu ditetapkan apa belum. Tapi kalau pengundian sudah sama-sama clear sudah sama-sama tetap jadi calon, tinggal nomor urut saja. Dan sama saja mau nomor berapapun, iya kan," kata Liza.

Mengenai adanya wartawan yang tidak bisa masuk padahal telah menunjukan id card khusus dari KPU dan Id card dari media masing- masing, Liza tak tahu perihal tersebut.

Menurutnya jika telah memiliki id card, wartawan bisa melakukan peliputan.

"Biasanya kan kalau sudah ada ic card,  bisa masuk. Saya nggak tahu pengaturannya bagaimana, tapi yang pasti kalau dia sudah pegang id card dan id card medianya bisa masuk," pungkasnya.

Temuan dilapangan, saat acara pengundian nomor urut berlangsung sejumlah awak media yang memiliki id card khusus dan id card dari perusahaan media masing-masing tak bisa masuk untuk melakukan peliputan meski telah menunjukkan id card.

Salah seorang wartawan media online, YN mengaku bingung dengan sikap panitia yang melarang sebagian wartawan untuk meliput pengundian nomor pasangan calon, sementara beberapa wartawan lainnya dapat masuk tanpa dihalang-halangi.

"Tidak tahu alasannya, mengapa media dilarang meliput dan masuk untuk mengambil berita dalam kegitan ini, padahal dari pihak KPU Sumsel sudah mengeluarkan id khusus, namun kenyataaan kami dari media tidak bisa meliput kegiatan ini, ungkapnya.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel telah mengeluarkan ID Card khusus, untuk meliput acara penetapan pasangan calon dan pengundian nomor urut. Sayangnya, ID yang dikeluarkan oleh KPU itu, justru tidak bisa digunakan, saat acara berlangsung.

”Maaf tidak boleh masuk,” ujar anggota sekretariat KPU Sumsel kepada sejumlah awak media yang ingin masuk, tanpa memberikan alasannya. Padahal, saat itu para jurnalis ini telah memperlihatkan ID yang dikeluarkan oleh KPU, maupun media tempat mereka bekerja.

”Maaf tetap tidak bisa. Kalau kalian masuk nanti yang lain juga ikut masuk,” katanya.[sri]









Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00