Punya Peran Vital, Senator Dukung Lahirnya UU Kebidanan

Sosial  SELASA, 13 FEBRUARI 2018 , 17:44:00 WIB | LAPORAN: SADAM MAULANA

Punya Peran Vital, Senator Dukung Lahirnya UU Kebidanan

Wakil Ketua Komite III DPD RI Abdul Aziz

RMOL. Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendukung penuh langkah Bidan seluruh Indonesia memperjuangkan lahirnya Undang-Undang (UU) Tentang Kebidanan.

Untuk segera mempercepat penyelesaian draf Rancangan UU (RUU) Tentang Kebidanan, Komite III DPD RI akan berkoordinasi dengan DPR RI dan pemerintah.

Wakil Ketua Komite III DPD RI Abdul Aziz mengatakan, tenaga kebidanan sangat dibutuhkan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. Peran bidan memberikan pelayanan kesehatan begitu strategis karena jaringannya tersebar bukan hanya di perkotaan, tetapi hingga pelosok-pelosok desa.

"Kami mendukung 100 persen disahkannya RUU Kebidanan ini," kata Aziz, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi di Ruang Rapat Komite III DPD RI di Senayan, Jakarta, Selasa (13/2).

Aziz memastikan, DPD RI akan memperjuangkan sekuat tenaga agar DPR RI dan Pemerintah segera mempercepat proses pembahasan dan mengesahkan menjadi UU.

Menurut dia, payung hukum profesi kebidanan yang saat ini diatur dalam UU Tenaga Kesehatan belum komprehensif. Sebab, baru sebatas mengatur persoalan secara umum saja. "Karena itu kita butuhkan sekarang aturan lex spesialis derogat lex generalis," terangnya.

Bagi Senator asal Sumatera Selatan (Sumsel) itu, Indonesia sangat membutuhkan tenaga kebidanan dalam jumlah banyak. Sebab, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau klinik masih terbatas.

"Di daerah yang fasilitas kesehatannya minim, profesi tenaga kebidanan sangat dibutuhkan. Khususnya untuk membantu pelayanan persalinan atau pelayanan kesehatan sederhana lainnya," ujarnya.

Aziz menjelaskan, di Indonesia 68.8 persen proses persalinan Ibu hamil dibantu Bidan. Sedangkan 18.2 persen oleh dokter dan 13 persen oleh tenaga kesehatan lainnya. "Dari prosentase ini menunjukan betapa berjasa dan strategisnya peran bidan di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr. Emi Nurjasmi mengaku senang dan terharu dengan sikap anggota Komite III DPD RI yang kompak mendukung pengesahan RUU Kebidanan.

Emi menyampaikan, di Indonesia ada kurang lebih 458.000 tenaga bidan. Jumlah tenaga bidan hanya kalah dari perawat yang berkisar 500.000 orang. Namun, penyebaran bidan di wilayah Indonesia cukup merata dibanding tenaga kesehatan lainnya.

Menurut dia, profesi bidan patut mendapatkan pengakuan lebih baik dari semua pihak. Sebab, profesi ini tidak mengenal batas waktu dan tempat. Bidan langsung berinteraksi dengan masyarakat di lapangan.

"Masyarakat lebih nyaman dilayani Bidan. Karena Bidan jam prakteknya sangat fleksibel. Bidan juga bisa langsung didatangi masyarakat tanpa prosedur administrasi yang rumit seperti di rumah sakit atau klinik," ujarnya.

Emi berharap, dengan adanya UU Kebidanan, profesi ini tidak lagi dianggap sebelah mata oleh masyarakat luas. "Kita tidak menuntut lebih, kita hanya ingin profesi ini disetarakan saja dengan profesi lainnya yang sudah dibuatkan payung hukumnya dalam bentuk UU," harapnya. [yip]

Komentar Pembaca
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00