Didik Calon Pengantin, Potensi Turunkan Angka Gizi Buruk

Sosial  RABU, 17 JANUARI 2018 , 15:45:00 WIB

Didik Calon Pengantin, Potensi Turunkan Angka Gizi Buruk
RMOL. Kementerian Agama Kabupaten Banyuasin menurunkan angka gizi buruk dengan pembinaan dan pendidikan calon pengantin di wilayah perairan.

Angka gizi buruk khususnya di wilayah perairan Kabupaten Banyuasin  di tahun 2017 masih tinggi, yaitu 21 anak.

Dikatakan Hamdan Kasi Binmas Islam. Kemenag Banyuasin, dalam sinergi menurunkan angka gizi buruk, pihaknya akan melakukan  pembinaan dan pendidikan bagi calon pengantin yang berada di Kabupaten Banyuasin.

Dengan membuat 15 angkatan, satu angkatannya berjumlah 60 orang, untuk pelatihan bagi calon pengantin yang bertaraf nasional.

"Kita telah mencatat di tahun 2017,  ada 6173 peristiwa pernikahan yang menurun dari tahun sebelumnya, indikasinya pengaruh dari perekonomian juga. Jadi kalau keterkaitannya dengan stunting pastinya terkait karena dalam membina keluarga pentingnya gizi yang baik," katanya pada Kegiatan Pertemuan Forum Pemangku Kepentingan (MSF2)  Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi di ruang rapat Kantor Bappeda Kabupaten Banyuasin, Rabu (17/1).

Oleh karena itu,  tahun 2018, Kemenag berupaya memberikan pembinaan hingga 6250 pernikahan, dan 2019 dapat meningkat lagi hingga 6500.

Tujuan pelatihan dan pendidikan juga, termasuk nantinya adanya pendidikan di masa pranikah. Sebagai bentuk membangun keluarga Indonesia yang kokoh dan kuat bagi calon-calon pengantinnya, calon yang berkwalitas kesehatannya, ekonominya, serta pendidikannya.

"Pendidikan pranikah juga akan kita lakukan. Program ini sangat penting sekali dalam membentuk keluarga yang baik sangatlah dibutuhkan konsep yang baik juga," tegasnya.

Sementara itu, Reni Sahara Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, mengatakan,  kegiatan program pihak Kemenag Banyuasin yang bersinergi juga dengan pihak Dinas Kesehatan merupakan kegiatan yang baik dalam menyumbang penurunan angka gizi buruk.

"Ya, pastinya pernikahan harus juga dilihat dari umur calon pengantinnya, itu berpengaruh besar pada angka gizi buruk ketika pasangan tersebut melahirkan dan memiliki anak. Pastinya mereka memerlukan gizi yang baik dan perekonomian yang baik bagi keluarga," ucapnya.

Karena itu, sangatlah penting dalam keterkaitannya pembinaan terhadap pasangan calon pengantin di Kabupaten Banyuasin.

"Kita  juga siap dalam membantu program yang telah dibuat oleh pihak Kemenag," pungkasnya.[sri/bubun]


Komentar Pembaca
SBY Dihajar Lawan Politik?

SBY Dihajar Lawan Politik?

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 11:00:00

Melly Goeslaw - Ketulusan Hati (Bag.2)

Melly Goeslaw - Ketulusan Hati (Bag.2)

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 09:00:00

Melly Goeslaw - Bunda (Bag.1)

Melly Goeslaw - Bunda (Bag.1)

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 07:00:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00