Hasil Panen Melimpah, Hey.. Petani Tinggalkan Pupuk Nonorganik

Ekonomi  MINGGU, 14 JANUARI 2018 , 10:29:00 WIB

Hasil Panen Melimpah, Hey.. Petani Tinggalkan Pupuk Nonorganik

Foto/Net

RMOL. Hasil panen melimpah dan harga jual yang baik impian setiap petani di Indonesia. Sayangnya belum semua dapat dicapai.

Pejabat Sementara (Pjs) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi Usman Ermulan mengaku prihatin terhadap komoditas pertanian yang masih belum dapat mandiri.

"Perlu partisipasi aktif dari masyarakat dan pemangku kebijakan untuk membantu stabilisasi harga produk pertanian, peternakan dan perkebunan. Ini adalah program yang akan kami jalankan ke depannya,” ujar Usman dalam musyawarah provinsi di Hotel Novita, Kota Jambi, Jumat (12/1).

Dia menambahkan, HKTI di bawah kepemimpinan Moeldoko akan berjuang keras membantu pertanian Indonesia pada umumnya dan petani Jambi khususnya.

Mulai hari ini, hanya ada satu HKTI, yakni HKTI di bawah kepemimpinan Bapak Moeldoko. Kami berjuang, bersama petani, bersatu untuk memajukan pertanian Jambi dan petani Jambi makmur sejahtera,” tegas Usman.

Dalam kesempatan yang sama, Totok Sugiyarto yang mewakili DPN HKTI menyampaikan, HKTI harus berpihak penuh mendukung program pertanian di setiap wilayah demi kesejahteraan petani.

HKTI akan komitmen mendukung program pertanian demi kesejahteraan petani di seluruh Indonesia,” ujar Totok.

Sementara itu, Moeldoko mengatakan, HKTI wajib berupaya membantu pemerintah untuk terus menyejahterakan petani Indonesia pada tahun-tahun ke depan.

Beberapa hal yang sudah dilakukan yakni pertama memperbaiki tanah dengan cara memuliakan tanah yang akan digunakan untuk pertanian.

Para petani kami arahkan untuk tidak menggunakan pupuk nonorganik lagi. Beberapa daerah yang tanahnya rusak kami perbaiki agar lebih produktif lagi,” kata Moeldoko.

Kedua, sambung Moeldoko, meningkatkan produktivitas pertanian nasional dengan cara petani harus memiliki kepastian melalui teknologi.

Para petani yang menggarap lahannya harus meninggalkan cara tradisional yang kurang efektif karena ada hasil panen hilang sepuluh persen per hektare.

Kami tidak mengenal kata semoga dari lima ton menjadi sembilan ton. Kami sudah membuktikannya dengan cara melakukan penelitian dan pengembangan teknologi,” ujar Moeldoko seperti diberitakan JPNN, Minggu (14/1).[rik]

Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 19:00:00

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 17:00:00

Jokowi Manfaatkan Golkar

Jokowi Manfaatkan Golkar

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 15:00:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00

Didampingi Ayah

Didampingi Ayah

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 , 10:17:00

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 16:30:00