Tegur Tetangga Kumpul Kebo, Sales Kaligrafi Asal Demak Tewas di OKU

Kriminal  JUM'AT, 12 JANUARI 2018 , 09:48:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Tegur Tetangga Kumpul Kebo, Sales Kaligrafi Asal Demak Tewas di OKU

Para pelaku saat memperagakan adegan yang menewaskan Ibrahim/RMOLSUMSEL

RMOL. Ketujuh pelaku pembunuhan Ibrahim, sales kaligrafi asal Demak Jawa Tengah yang terjadi di Jl Ki Ratu Penghulu Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sabtu (23/12) lalu, sempat punya niat ingin membakar kos-kosan korban.

Ini lantaran mereka sudah membawa bensin. Namun niat jahat itu batal dilakukan, sebab korban melawan.

Hal itu terungkap saat Satreskrim Polres OKU melakukan rekonstruksi  kasus pembunuhan tersebut, di lokasi kejadian, Kamis (11/1).

Pantauan di lapangan, untuk mengamankan suasana di lokasi rekonstruksi, pihak kepolisian sudah mensterilkan tempat kejadian perkara (TKP) di kosan tersebut.

Sementara rekonstruksi sendiri awalnya dijadwalkan hanya 24 adegan, namun ternyata di TKP terungkap ada satu aksi penusukan yang dilakukan para pelaku terhadap korban yang terjadi persis di depan mobilnya terlewatkan oleh penyidik saat memeriksa para pelaku.

"Ya, adegan awal hanya 24. Tetapi dari hasil rekonstruksi ternyata ada satu adegan yang terlewatkan sehingga totalnya menjadi 25 adegan," kata Kapolres OKU AKPB NK Widayana Sulandari, melalui Kasat Reskrim AKP Alex Andrian SKom.

Kasat menjelaskan, rekonstruksi itu dilakukan dalam rangka melengkapi berkas pemeriksaan penyidik terhadap kasus pembunuhan tersebut.

Menurut Kasat,  pada rekonstruksi itu pihaknya menghadirkan keenam pelaku, yakni Ariyo (21) sebagai otak pelaku, Yoga Diansyah (25) warga Bakung Kelurahan Kemalaraja bertugas sebagai antar jemput para pelaku, Wohnitio alias Tio (19) serta Riyan (27), Yoga (25) dan Andi (31) bertindak sebagai eksekutor.

Untuk korban Ibrahim sendiri diperankan oleh PNS Polres OKU, Suwarsono, sedangkan tersangka Mf yang kini masih buron serta saksi -saksi yang lainnya diperankan anggota polisi.

Menurut Alex, pembunuhan sales kaligrafi yang baru satu minggu tinggal di kontrakan di kawasan Desa Karang Sari itu bermula dari rasa sakit hati tersangka Ariyo karena ditegur korban saat sedang mengapel ke kosan pacarnya yang bersebelahan dengan kontrakan Ibrahim.

"Pelaku dengan pacarnya sering kumpul kebo. Jadi ditegur korban. Meresa tak senang Ariyo menghubungi Tio dan Endi untuk merencanakan penganiayaan terhadap korban serta rekan satu kamarnya yakni Kholil Romadhon dan M Nur Efendi.

Sekitar pukul 16.30 WIB ke 7 pelaku (1 orang DPO) melakukan pertemuan di kontrakan Yoga Diansyah.

Namun pertemuan untuk merencanakan penganiayaan terhadap korban berubah menjadi pencurian dengan kekerasan.

"Karena para pelaku ingin mengambil mobil milik korban,” kata Kapolres.

Sekitar pukul 23.00 WIB para pelaku berangkat ke TKP kontrakan Ariyo dan sudah membawa pisau, parang dan senpira lengkap dengan 7 butir amunisi.

Sekitar pukul 23.40 Wib pelaku Yoga menjalankan aksinya dengan mengetok pintu kontrakan korban. Kemudian korban M Nur Efendi yang membukakan pintu.

Setelah dibukakan pintu enam pelaku lainnya langsung masuk dan menusuk Ibrahim dan Kholil Romadhon.

Karena teriakan keras keduanya saat dianiaya keenam pelaku, mulut keduanya langsung diikat menggunakan lakban oleh para pelaku.

Namun korban Kholil berhasil meloloskan diri walau sudah menderita tujuh lobang tusukan senjata tajam sambil berteriak meminta tolong.

“Sempat dikejar para pelaku korban Kholil, namun karena panik akhirnya korban dilepas. Kemudian para pelaku kembali lagi kedalam kontrakan korban dan mendapati korban Ibrahim juga akan melarikan diri. Nasib sial korban Ibrahim tertangkap sehingga mengalami luka tusuk tembus di bagian leher, luka menganga akibat bacokan parang di bagian perut dan luka tusuk di bagian dada dan beberapa bagian belakang sehingga korban meninggal di lokasi,” jelasnya.

Atas perbuatannya keenam pelaku diancam dengan pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 tentang pembunuhan dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman mati. [sri]





Komentar Pembaca
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00