Inilah Program 43 Pelatih SONS Tahun 2018

Olahraga  KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 19:19:00 WIB | LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA

Inilah Program 43 Pelatih SONS Tahun 2018

Para pelatih sons paparkan program mereka/rmolsumsel-yip

RMOL. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)  Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar evaluasi bagi 43 pelatih Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) di Ruang Rapat KONI, Kamis (11/01) siang. Selain itu para pelatih ini juga membeberkan program kerja tahun 2018.

Koordinator Tim Evaluasi Samsu Ramel menyebutkan, pihaknya memang ingin melihat raport para pelatih satu belakangan. "Hasilnya banyak pelatih yang belum menerapkan IT dalam pembelajaran. Padahal hal ini sangat penting karena disesuaikan dengan sport science," katanya.

Minimal, dilanjutkan Ramel, para pelatih bisa menggunakan komputer. Dengan melek teknologi, para pelatih dapat memaksimalkan dalam pelatihan. "Salah satu contohnya istilah Polar Test. Itu tes denyut nadi dan jantung menggunakan alat. Jadi lebih akurat, tidak lagi seperti dulu, dimana pelatih masih meraba secara manual," imbuhnya.

Untuk itu, KONI Sumsel siap memfasilitasi para pelatih untuk meningkatkan kemampuan IT. “Bisa saja mengirimkan mereka ke penataran atau pendidikan. Selain itu kita akan mengadakan coaching klinik seperti sebelum-sebelumnya,” jelasnya.

Standar IT ini diamini Kepala SONS Sumsel Mitrisno. Ia mengatakan, saat ini tidak boleh lagi pelatih yang buta akan teknologi. Sebab, hal itu akan berpengaruh terhadap prestasi atlet yang dibinanya.

"Saya setuju sekali soal pelatih harus bisa IT. Zaman sekarang ini memang manual itu sudah tertinggal sekali," imbuh Trisno.

Tidak tanggung-tanggung, Trisno sepakat jika penguasaan IT menjadi faktor penentu apakah pelatih tersebut diperpanjang kontraknya atau tidak. Sebab, untuk tahun 2018 kuota pelatih SONS akan dikurangi.

"Kemampuan anggaran kita hanya maksimal 35 orang. Artinya ada pengurangan," bebernya.

SONS, diungkapkan Trisno, memberikan honor Rp 2 juta per bulan bagi pelatih. "Memang soal anggaran ini berat. Tapi 2019 mendatang saya yakin bisa naik jadi Rp 3,5 juta per bulan," tandasnya. [yip]

Komentar Pembaca
JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JK, Peng-Peng Di Balik Impor Beras

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 19:00:00

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

Tak Ada Verifikasi Faktual Dalam UU Pemilu

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 17:00:00

Jokowi Manfaatkan Golkar

Jokowi Manfaatkan Golkar

JUM'AT, 19 JANUARI 2018 , 15:00:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00

Didampingi Ayah

Didampingi Ayah

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 , 10:17:00

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 16:30:00