Walau Dilarang Keras, di OKU Tetap Saja Orang Gila Dipasung

Sosial  RABU, 10 JANUARI 2018 , 10:30:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Walau Dilarang Keras, di OKU Tetap Saja Orang Gila Dipasung

ilustrasi/net

RMOL. Sebanyak 29 orang yang mengidap gangguan jiwa atau gila (orgil) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) harus dipasung oleh keluarganya, karena takut mencelaki orang di sekitar tempa tinggalnya. Padahal Pemerintah sudah melarang keras perlakuan seperti ini.

Ke 29 orang tersebut terdapat di 15 puskesmas yang ada di OKU dan yang paling banyak terdapat di wilayah Puskesmas Desa Ulak Pandan, Kecamatan Semidang Aji.

Kepala Dinas Kesehatan OKU, H Suharmasto SKM M.Epid, melalui Kasi Penyakit Tidak Menular dan Gangguan Jiwa (PTM KESWA ) Sutaryo SKM saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan, bahwa pada 2017 lalu warga yang mengidap gangguan jiwa di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang tersebut ada  313 orang yang tersebar di dua puskesmas.

Dari 313 orang ini lanjut dia,  284 orang mengalami gangguan jiwa ringan dan mereka hanya melakukan pengobatan secara rutin di puskesmas.

"Mereka sudah sembuh tapi tetap memakan obat dan mereka mengambil obat sendiri di puskesmas di dekat tempat tinggalnya dengan ditemani oleh keluarga," bebernya.

Sedangkan 29 orang yang merupakan penderita gangguan jiwa berat, harus dipasung dan dikurung dalam ruangan oleh keluarga mereka, karena takut mencelaki orang di sekitarnya ermasuk juga keluarga mereka sendiri.

"Sebab mereka ini sering mengamuk, makanya dipasung oleh keluarga dan di kurung kedalam ruang khusus," katanya.

Dari 29 orang yang mengidap  gangguan jiwa berat ini beber dia, 10 orang diantaranya dipasung sedangkan 19 orang lagi dikurung di dalam ruangan khusus.

"Memang selama ini kita susah untuk mencari mereka yang dipasung atau yang dikurung oleh keluarga. Tapi setelah kita membentuk tim dan bekerja sama dengan masyarakat akhirnya kita dapatkan hasil seperti ini," bebernya lagi.

Menurut dia, susahnya Dinkes OKU medapatkan informasi selama ini karena pihak keluarga sendiri tidak mau melapor dengan petugas.

"Ya mungkin karena malu atau yang lainnya, makanya setelah kita terjun ke lapangan dengan sistem jemput bola dan mendapatkan  jumlah tersebut diatas  yakni 313 orang mengidap gangguan jiwa mulai dari yang ringan hingga yang berat. Bahkan terpaksa ada  yang harus dipasung," urainya. [ida]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00