PANCASILA & NASIONALISME INDONESIA

Mendalami Sila Kelima: Mengeliminir Kelompok Mustadh'afin

Oleh: Nasaruddin Umar

Budaya  SENIN, 08 JANUARI 2018 , 07:27:00 WIB

Mendalami Sila Kelima: Mengeliminir Kelompok Mustadh'afin

prof dr nasaruddin umar

MUSTADH'AFIN berasal dari Bahasa Arab, dari akar kata dha'afa-yadh'ifu berarti lemah, tidak berdaya, dan tidak mampu. Mereka bukan berarti tidak bekerja bahkan mungkin berkeringat tetapi nasib mereka tetap terping­girkan di dalam masyarakat. Mungkin karena mereka tidak punya keter­ampilan, penyandang cacat dan atau mender­ita penyakit tertentu, atau ada sebab lain yang membuat mereka jatuh miskin dan tidak berda­ya. Yang pasti bahwa mustadh’afin kelompok masyarakat yang terpinggirkan karena ada fak­tor internal dan eksternal dirinya. Kelompok ini jelas bukan hanya tanggung jawab negara atau pemerintah, tetapi semua pihak harus bertang­gung jawab untuk mengeliminir kelompok ini.

Selama populasi kelompok mustadh’afin masih tinggi maka selama itu kesempurnaan keberagamaan masih dipertanyakan. Bahkan di dalam Al-Qur’an ada surah khusus yang mengancam orang-orang yang tidak prihatin terh­adap kelompok ini, yaitu Q.S. al-Ma'un: "Tahu­kah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat ria. Dan enggan (menolong dengan) barang berguna." (Q.S. al-Ma’un/107:1-7).

Bahasa agama yang sering digunakan un­tuk membela kaum yang tertindas, terdhali­mi, termarginalisasi, dan kaum miskin ialah mustadh'afin. Kaum mustadh'afin muncul seba­gai kelas khusus di dalam masyarakat yang ser­ing dipolitisasi. Di dalam Q.S. Al-Ma’un tersebut cukup jelas dan gamblang menjelaskan siapa sesungguhnya kelompok mustadh’afin yang membutuhkan perhatian semua pihak. Dalam ayat di atas setidaknya disebutkan dua kriteria universal yaitu yatim dan miskin. [rmol]

Komentar Pembaca
Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 19:00:00

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 17:00:00

Mau Rumah DP 0 Rupiah? Ini Syaratnya

Mau Rumah DP 0 Rupiah? Ini Syaratnya

KAMIS, 18 JANUARI 2018 , 15:00:00

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

H Mularis Djahri - H Syahdina Ali Daftar ke KPU

RABU, 10 JANUARI 2018 , 19:02:00

Didampingi Ayah

Didampingi Ayah

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 , 10:17:00

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

Laka Tunggal 'Nyaris' Setnov

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 , 16:30:00