Diperpanjang 6 Bulan, Padahal Mestinya Divestasi PTFI Sudah Rampung

Politik  JUM'AT, 05 JANUARI 2018 , 09:54:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Diperpanjang 6 Bulan, Padahal Mestinya Divestasi PTFI Sudah Rampung

fahmy radhi/net

RMOL. Sebetulnya pemerintah berharap proses divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) tidak memakan waktu terlalu lama, dan bisa segera direalisasikan. Tani nyatanya kini, sudah diperpanjang 6 bulan lagi walau sebetulnya proses akuisisi berjalan secara bertahap sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dan PTFI.

Menurut Pengamat Energi dan Migas dari Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmy Radhi, tahapan divestasi saham PTFI oleh holding BUMN Industri Pertambangan tersebut seharusnya bisa dirampungkan paling lambat akhir 2017. Dengan begitu, awal 2018 proses divestasi 51% saham tersebut sudah selesai.

“Kalau Freeport belum juga menyetujuinya, sebaiknya pemerintah jangan memperpanjang izin ekspor konsentrat,” tegas Fahmy saat diwawancarai beberapa saat lalu, Jumat (5/1).

Sejauh ini, menurut Fahmy, PTFI sudah menyetujui kesepatan dasar untuk mengubah Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dengan tiga persyaratan, yakni smelterisasi, divestasi 51% saham, dan tax rezim. Akan tetapi, PTFI belum menyetujui mekanisme dan perhitungan harga sahamnya.

“Ini yang harus segera diselesaikan pemerintah agar semuanya berjalan cepat sesuai rencana,” kata Fahmy.
Sementara itu, berapa banyak dana yang dibutuhkan holding BUMN Industri Pertambangan untuk mengambil alih saham PTFI, hal itu tergantung dari harga saham yang ditetapkan.

“Kalau penetapan saham dengan memasukkan aset dan cadangan hingga 2021, diperkirakan dibutukan investasi sekitar Rp70 triliun. Tapi jika memasukkan aset dan cadangan hingga 2041, investasi yang dibutuhkan sekitar Rp138 triliun,” kata Fahmy.

Terpisah, Direktur Utama PT Antam Tbk Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan, akuisisi 51% saham Freeport adalah PR besar bagi holding BUMN Industri Pertambangan.

“Dengan mengakuisisi Freeport, kita (negara) bisa menguasai coper dan emas. Melalui holdingisasi, kami akan semakin kuat dan bisa melakukan akuisisi untuk proyek-proyek skala besar karena skala bisnis bisa dileverage, dimultiply,” jelas Arie. [ida]

Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00

RI 7 Dan Walikota Milenial

RI 7 Dan Walikota Milenial

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 21:42:00