Tiga Kali Ganti Manajer, Gelar Juara Masih Lepas

Menakar Target Juara Sriwijaya FC di Liga 1

Olahraga  MINGGU, 31 DESEMBER 2017 , 19:49:00 WIB | LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA

Tiga Kali Ganti Manajer, Gelar Juara Masih Lepas

RMOLSUMSEL

RMOL. Sriwijaya FC bergerak sangat agresif di bursa transfer musim ini. Jelang kompetisi Liga 1 yang akan bergulir pada bulan Februari 2018, klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu sudah banyak mengumpulkan pemain top.

Sebut saja, Manuchecr Dzhalilov asal Tajikistan. Mantan penyerang Istiklol Dushabane ini pemain terbaik di Piala AFC Cup tahun 2017. Belum lagi dengan duo Mali, Makan Konate dan Mahammadou N'Diaye yang memang banyak menjadi incaran klub-klub besar Indonesia.

Bahkan pelatih kawakan sekelas Rahmad Darmawan didaratkan di bumi Sriwijaya demi membangun tim yang solid. Tujuannya tentu untuk merebut kembali titel juara yang sudah lama hilang. Target juara dianggap manajemen sangat realistis dengan materi pemain Sriwijaya FC saat ini.

Namun tentu hal itu tentu tidak akan mudah didapat. Perlu perjuangan yang keras, setidaknya sang pelatih sudah menyiapkan armada yang kuat dengan kombinasi pemain lokal yang saat ini sudah terbentuk.

"Jelas, dengan bergabungnya pelatih Rahmad Darmawan target kita  meraih juara di kompetisi Liga 1. Selanjutnya dalam geliat bursa transfer kita akan melakukan perekrutan pemain yang memang menjadi kebutuhan tim," kata Presiden SFC, Dodi Reza Alex.

Berbicara target juara, publik mungkin sudah lupa jika Sriwijaya FC sudah tiga kali gagal merebut gelar itu. Membangun tim bertabur bintang bukanlah di tahun ini saja. Bahkan sudah tiga kali pergantian manajer tim dilakukan. Mulai dari Robert Heri, Nasrun Umar dan kini Ucok Hidayat.

Ketiganya memiliki peranan penting, di era Robert Heri. Sriwijaya FC menjelma menjadi tim yang sangat disegani dengan pemain bintang dihadirkan. Mulai dari Patrik Wanggai, Titus Bonai, Abdulaye Maiga, Goran Ljubojevic dan Morimakan Koita. Namun Sanksi FIFA membuat peta persaingan sepakbola di tanah air berubah drastis. Banyak sejumlah klub bubar saat itu tapi hadirnya turnamen Piala Presiden 2015 memberikan hiburan tersendiri bagi pecinta sepakbola di tanah air meski langkah SFC yang saat itu ditukangi Beni Dollo hanya sampai partai final.

Persib Bandung berhasil menjadi kampiun dengan mengalahkan SFC 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno. Gelar juara akhirnya belum bisa diraih. Pada medio 2016, Sriwijaya FC melakukan perombakan di tubuh manajemen. Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Sumsel yang saat dijabat H Nasrun Umar didapuk jadi manajer tim.

Geliat bursa transfer juga sangat agresif saat itu. Bahkan sang manajer berhasil membajak empat pemain Persib Bandung yakni Firman Utina, Supardi, Ahmad Jufriyanto dan M Ridwan. Perekrutan pemain cukup fenomenal lantaran keempatnya tengah berada di puncak keemasan setelah sukses membawa Maung Bandung juara ISL dan Piala Presiden.

Ditambah lagi dengan kembalinya Hilton Moreira yang sebelumnya pernah merasakan juara bersama Laskar Wong Kito di tahun 2012. Ditambah lagi dengan Beto Goncalves sebagai mesin gol menjadikan sangarnya barisan penyerang di lini depa tim. Sementara untuk tactician manajemen memilih Widodo C Putro sebagai nahkoda tim.

Sentuhan pelatih asal Cilacap itu juga memberikan ruang gerak bagi pemain muda yang semakin berkembang. Tapi, gelar juara lagi-lagi tak kunjung hadir karena SFC hanya bisa bertengger di posisi keempat papan klasemen, faktor non teknis menjadi salah satu kambing hitam. Persipura akhirnya sukses menjadi juara kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 kala itu.

Pasca dicabutnya sanksi akhirnya kompetisi resmi digelar pada awal 2017. Kompetisi yang dinamai Liga 1 ini dinilai memiliki daya saing ketat dan keras. Namun disaat membangun tim justru pergolakan terjadi. Dipecatnya Widodo dari kursi pelatih membuat pro dan kontra tersendiri di kalangan fans dan supporter. Beredar rumor sang pelatih tak mampu mengemban target juara yang diemban manajemen saat itu.

Oswaldo Lessa juru taktik asal Brazil dihadirkan untuk memenuhi ambisi itu. Tapi kiprahnya tak berlangsung lama karena performa tim jauh yang diharapkan. Hartono Ruslan pun ditunjuk sebagai carataker pelatih. Langkah SFC pun harus terseok-seok untuk keluar dari jurang degradasi. Pergantian juga dilakukan di tubuh manajemen. Ucok Hidayat akhirnya didapuk menjadi manajer ketika kompetisi tinggal menyisakan beberpa pertandingan lagi.

Alhasil SFC selamat dari degradasi meski bertengger di urutan ke 11 papan klasemen. Kini menapaki tahun 2018 manajemen kembali bertekad menghadirkan gelar juara yang sudah lama tidak singgah ke Bumi Sriwijaya. Dipilihnya Rahmad Darmawan sebagai tactician dianggap keputusan yang tepat karena pelatih asal Metro, Lampung itu memiliki segudang pengalaman namun sang pelatih juga harus mempertimbangkan pergerakan tim lain yang bakal menjadi lawan sulit di musim mendatang.

"Kompetisi Liga 1 sangat kompetitif, saya rasa kekuatan tim cukup merata. Tentunya tidak mudah untuk meraih gelar juara namun sedikitnya kita harus menembus zona AFC," kata pelatih yang akrab disapa RD ini. [yip]








Komentar Pembaca
Ampera Terbakar

Ampera Terbakar

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 , 16:14:00

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

JUM'AT, 23 NOVEMBER 2018 , 16:14:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

Budaya14 Januari 2019 09:31

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Polres Pagaralam Temukan Ladang Ganja

Kriminal16 Januari 2019 19:18

Debat Capres Mampu Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Pasca Juara,  Pesanan Gerga Pagaralam Meningkat

Politik15 Januari 2019 18:12

Ketidakcocokan Janji Dan Realita, Buat Beban Jokowi
Jelang Debat, Jokowi Tidak Melakukan Persiapan
Dibebaskan, Jokowi Ingin Rawat Abu Bakar Ba'asyir
DEBAT KAKU

DEBAT KAKU

OPINI19 Januari 2019 12:20

Ma'ruf Amin Tak Mau Kalah Di Kampung Halaman