Ini Era Globalisasi

Budaya Patahkan Mitos Negatif Benakat

Laporan: Edwinsyah Satria

Budaya  MINGGU, 24 DESEMBER 2017 , 16:28:00 WIB

Budaya Patahkan Mitos Negatif Benakat

Sanggar Budaya Benakat/RMOLSUMSEL/Edwinsyah Satria

RMOL. Sekelompok warga Benakat mendirikan Sanggar Budaya Benakat (SBB) yang berlokasi di Desa Padang Bindu Kecamatan Benakat, Muara Enim. Pendiriaan SBB tersebut sebagai upaya melestarikan budaya daerah Benakat agar selalu terjaga eksistensinya sehingga tak tergerus oleh pengaruh globalisasi ataupun perkembangan zaman.

Pembina SBB, Ical yang didampingi Ketua SBB, Agus Saleh mengatakan di era globalisasi saat ini, adat dan seni budaya daerah berangsur ditinggalkan oleh masyarakat. Padahal menurutnya, kebudayaan menjadi objek penting dalam upaya membangun bangsa, karena bangsa ini sejatinya dibesarkan oleh kebudayaan.

Selanjutnya dia mengatakan bahwa, Benakat saat ini memiliki stigma negatif dari masyarakat kabupaten Muara Enim.

“Didalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Budaya Benakat diharapkan dapat mengubah sudut pandang masyarakat mengenai Benakat yang selalu negatif menjadi lebih baik lagi,” ujar Wira, sapaan akrab Ical, Minggu (24/12).

Dia juga mengatakan bahwa didalam SBB tersebut beberapa sub kegiatan di dalamnya yaitu sekolah adat, industri kreatif, tari, musik, sastra tutur serta teater atau drama.

“Sekolah adat merupakan bentuk pendidikan non formal yang tujuannya memenuhi kebutuhan informasi kebudayaan setempat, karena saat ini kebutuhan materi kebudayaan n muatan lokal di sekolah formal sangat minim bahkan tidak ada,” ungkap Wira yang pernah tergabung dalam sanggar seni WS Rendra ini.

Sistem belajar sekolah adat tersebut, lanjut Wira, di alam bebas layaknya sekolah alam dengan jadwal seminggu sekalidengan materi mengenal lingkungan sekitar yakni di rimbo sekampung dan materi permainan tradisional.

“Untuk materi adat diisi oleh Kepala Adat setempat yakni Temenggung Edianto, sedangkan materi perkembangan anak diisi guru-guru yang mumpuni,” lanjut Wira.

Saat ini, SBB memiliki 200 murid untuk sub sekolah adat yang berasal dari enam desa di Kecamatan Benakat, sedangkan sub tari baru 15 orang, industri kreatif 4 orang dan teater 30 orang. “Karena muridnya berasal dari berbagai desa, jadi gurunya datang dari desa ke desa,” tambahnya.

Karena sistem belajarnya dari desa ke desa, ungkap Wira, selama kegiatan pihaknya sering terkendala oleh transportasi, sehingga tak jarang guru yang mengajar harus menunggu jemputan dulu.

Sarjana Ilmu Pemerintahan ini juga mengapresiasi perhatian dari Pemkab Muara Enim dan support yang diberikan enam Kades di kecamatan Benakat terhadap keberadaan SBB. “Untuk perhatian pemerintah bagus, misalnya dipermudahnya oleh Kesbangpol dalam mengurus Akta Kemendagri tentang organisasi pemuda, lalu bantuan untuk akta notaris. Kemudian dari Ibu Bupati juga sambutannya luar biasa,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, berkat bantuan pemerintah, SBB yang berdiri pada tahun 2014, saat ini sudah legal di mata hukum, karena itu memang standar nasional berkas-berkas itu harus ada. Dan mungkin tahun depan akan terdaftar pula di Koalisi Seni Indonesia, jadi kalau suatu saat sanggar bermasalah akan dapat bantuan pendampingan hukum dari kawan-kawan di pusat,” jelasnya.

Wira berharap, Pemkab Muara Enim tidak hanya terfokus pada pengembangan kebudayaan di kota Muara Enim saja namun juga di daerah lain, yang kebutuhan fasilitas kebudayaannya  juga harus dipenuhi.

“Karena jika pemerintah jeli melihatnya, kebudayaan dapat menjadi power pemerintah untuk benar-benar membangun Muaraenim. Kebudayaan jangan hanya jadi project oriented, namun kebudayaan di tiap kecamatan harus benar-benar dibangkitkan,” tutup Wira.[rik]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 13:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00