Hati-hati... Jangan Sampai Jadi Kecanduan Seks

Lifestyle  RABU, 20 DESEMBER 2017 , 15:30:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Hati-hati... Jangan Sampai Jadi Kecanduan Seks

ilustrasi/net

RMOL. Seks memang indah. Tapi kecanduan seks membuat hidup orang jadi kacau. Oleh karena itu, kita mesti selalu waspada agar tidak menjadi bagian dari 3-6% orang di seluruh dunia yang mengalami kecanduan seks.

Kecanduan seks ini dalam istilah lain disebut hiperseks atau nimfomania. Perilaku ini tergolong gangguan perilaku seksual kompulsif. Para pelakunya memiliki dorongan seksual yang tidak wajar (intens) dan obsesi terhadap pikiran, keinginan, dan perilaku terkait seks.

Bagi para penderita kecanduang seks ini, ada banyak cara untuk menyalurkan hasrat tersebut.  Mulai dari melakukan hubungan intim dengan suami/istri. Ada pula yang menempuh jalan 'tak elok' dengan mendatangi tempat prostitusi, masturbasi berlebihan, penggunaan hal-hal berbau pornografi, cybersex, mempertontonkan alat kelamin di depan umum (ekshibisionis), melihat orang lain berhubungan intim (voyeurisme), hingga melakukan pelecehan seksual dan bahkan pemerkosaan.

dr Fiona Amelia MPH di laman Klikdokter.com yang dikutip hari ini, Rabu (20/12), mengatakan bahwa para pakar telah menemukan beberapa faktor yang berperan terhadap kecanduan seks. Di antaranya ketidakseimbangan zat-zat kimia alami dalam otak, di mana terdapat kadar neurotransmiter yang tinggi dalam otak.

Neurotransmiter tersebut antara lain serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Zat-zat yang berfungsi untuk mengatur mood seseorang dan tingginya kadar zat-zat ini berhubungan dengan perilaku seksual kompulsif.

"Pria maupun wanita dapat mengalami kecanduan seks. Namun, frekuensinya jauh lebih banyak pada pria. Tak hanya itu, seseorang juga lebih berisiko mengalami kecanduan seks apabila mempunyai kecanduan terhadap hal lain �"seperti alkohol, narkoba, atau judi, mengalami gangguan jiwa seperti depresi, gangguan bipolar, atau gangguan kepribadian," katanya.

Hingga kini, lanjut dr Viona, belum ada kriteria yang jelas untuk menyatakan apakah seseorang mengalami kecanduan seks.

"Secara umum, orang dengan kecanduan seks hanya mendapatkan sedikit kepuasan dari aktivitas seksual yang dilakukan,  serta tidak memiliki kedekatan emosional dengan pasangan seksual mereka," tandasnya.

Lebih buruk lagi, katanya, kecanduan seks seringkali membuat si pelaku merasa bersalah dan malu. Ia sulit mengendalikan perilakunya sekalipun berdampak negatif baik secara finansial, kesehatan, sosial, dan emosional. Berpikir positif dan selalu dekatkan diri kepada tuhan merupakan jalan keluar dari permasalahan itu. [ida]

Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 21:00:00

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00