Petani Sayur Pagaralam Menjerit....Bahkan Menangis

Ekonomi  KAMIS, 07 DESEMBER 2017 , 23:36:00 WIB | LAPORAN: DELTA HANDOKO

Petani Sayur Pagaralam Menjerit....Bahkan Menangis

net

RMOL. Saat ini petani sayur di Kota Pagaralam sedikit menjerit. Pasalnya kondisi cuaca di Pagaralam yang cukup ekstrem membuat banyak petani merugi. Pasalnya kondisi cuaca sangat mempengaruhi hasil panen sayuran di Pagaralam. Hal tersebut diperparah dengan harga sayur yang masih tak kunjung membaik.

Musim hujan dan seringnya angin kencang melanda Kota Pagaralam membuat banyak petani merugi. Pasalnya hujan yang terus saja menguyur Kota Pagaralam membuat banyak tanaman sayur rusak karena cepat membusuk. Untuk itu petani harus melakukan panen serentak agar tanaman sayur tidak membusuk. Kondisi inilah yang membuat sayuran banjir dipasaran Kota Pagaralam. Akibatnya harga menjadi anjlok.

Informasi RMOLSumsel, Kamis (7/12)menyebutkan, saat ini harga sayur jenis Kubis atau Kol harga ditingkat petani hanya Rp2.000 perkilogram. Sedangkan untuk Bawang Daun dibandrol Rp6.000 perkilogram. Untuk harga Daun Sop masih cukup tinggi yaitu Rp15.000 perkilogram.

Suhan (45) salah satu petani dikawasan Desa Kerinjing mengatakan, ada untung ruginya menanam sayur saat musim hujan. Keuntunganya petani tidak perlu menyiram tanaman seperti yang dilakukan saat musim kemarau.

"Tapi ruginya kita terpaksa harus melakukan panen serentak, pasalnya jika tidak tanaman kita akan cepat membusuk bagian bawahnya karena basah terus karena hujan," ujarnya.

Namun,kata dia,Keuntungan lainnya yaitu saat musim hujan hama yang menyerang tanaman sayur tidak terlalu banyak. Namun perawatan masih harus ekstra kerena petani harus mengecek jangan sampai bagian bawah tanaman sayur tergenang

"Sebenarnya petani akan tetap untung jika harga sayur bisa stabil pak. Meskipun hasil panen kurang namun jika harga stabil kita masih akan bisa mendapat untung," harapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Jumaldi Jani mengatakan, memang saat musim hujan seperti ini sangat mempengaruhi hasil panen tanaman sayur di Pagaralam. Pasalnya saat musim hujan hasil panen sayur pasti melimpah karena petani mempercepat panen karena khawartir tanaman rusak karena membusuk.

"Kondisi itulah yang membuat harga sayur menjadi menurun karena pasokan yang melimpah dipasaran," jelasnya. [rhd]



Komentar Pembaca
Ini Persoalan Cetak Sawah

Ini Persoalan Cetak Sawah

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018

Wako Pastikan 2019 Air Ngalir

Wako Pastikan 2019 Air Ngalir

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018

KPR Lelang, Bidik Penjualan Aset Rp 600 Miliar
Ini Sebab BUMN Banyak Hutang

Ini Sebab BUMN Banyak Hutang

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018

Penduduk Kawasan 3T Bakal Segera Dapat Listrik
Papua Jadi Lumbung Pangan Nasional Terbaru
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00