RMOLSUMSEL

Home     


ABU JANDA AMBIL JERAM NGAMBANG, AKHIRNYA DISINDIR NETIZEN
KAMIS, 07 DESEMBER 2017 , 18:19:00 WIB
LAPORAN: INTAN SRIWIDARI

PERMADI ARYA ALIAS ABU JANDA AL-BOLWUDI /NET
  

RMOL.Seperti senjata makan tuan, penampilan penggiat sosial media Permadi Arya alias Abu Janda Al-Bolwudi di Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One pada Selasa (6/12) malam, menuai sindiran dari  netizen di Indonesia.

Di  ILC, Abu Janda berapi-api membeberkan bukti soal bendera Rasulullah. Mula-mula Abu Janda mengklaim, jika panji atau bendera Rasulullah bukan merupakan bendera yang dipakai oleh peserta reuni 212 pada 2 Desember 2017 lalu, yang bertuliskan kalimat tauhid. Kata Abu Janda, bendera Rasulullah hingga kini berada di Museum Islamik di Istanbul Turki.

“Saya katakan ini adalah panji Rasulullah, ini banyak sumber kredibelnya. Ini barang aslinya ada di Islamik Museum di Istanbul Turki, itu bahkan di kutipan sejarah itu jelas, bahwa nabi menyerahkan bendera ini kepada Ali Radiallahu’an. Jadi jelas sejarahnya.” Kata Abu Janda sembari memperlihatkan gambar Bendera tersebut yang sudah dipersiapkannya.

Menanggapi itu, Felix Siauw mengklarifikasinya ketika dipersilahkan untuk berbicara. Menurut pria berdarah Tionghoa ini, Abu Janda telah melakukan kebohongan publik, sebab kata Felix,  gambar yang diperlihatkan oleh Abu Janda merupakan bendera dari peninggalan Turki Utsmani.

“Bendera yang tadi disampaikan itu bukan bendera Rasulullah, itu bendera Ustmani, makanya itu berarti sebuah kebohongan publik,” kata Felix.

Felix Siauw mengatakan, selama 15 kali melakukan perjalanan ke Turki, tak ada satu pun bendera seperti yang diungkap Abu Janda yang terdapat di Museum Islamik Senter di Istanbul Turki.

“Kalau orang panik gitu ya, jeram yang ngambang saja mereka ambil, jadi gini, data yang tadi disampaikan itu data fatal. Saya ke museum itu sudah 15 kali, dan tidak ada satupun bendera Rasulullah yang dipajang di sana,” kata Felix.

Ustad Felix juga membeberkan beberapa hadis Nabi yang berbicara soal panji Rasulullah bertuliskan kalimat Tauhid. Namun Abu Janda mengatakan hadist ditulis setelah 200 tahun wafatnya Rasulullah tidak layak untuk dijadikan pegangan.

"Ini sama saja perumpamaan bendera palu arit yang disebut bukan bendera PKI tapi bendera komunis. Sama halnya dengan menyebut bendera tersebut bukan bendera Hizbut Tahrir tapi bendera Rasulullah. Kenapa tidak sekalian pakai bendera ISIS," selorohnya. [sri/net]


Baca juga:
AMIEN RAIS: PAK JOKOWI JANGAN JUAL NEGERI INI
TEPATI JANJI RIZIEQ BERORASI DI AKSI REUNI 212
BUNI YANI SUDAH JADI PEJABAT
GUBERNUR MINTA MASSA TENANG DAN TELADANI RASULULLAH
RIZIEK BAKAL CERAMAH DI REUNI 212


Komentar Pembaca






Berita Populer

Narkoba Marak, Pesta Malam Akan Dibatasi
Raih Sukses, M20H Kembali Diputar Pekan Depan
Di Desa Asal SBY, Jokowi Dapat Hadiah