Paksakan Pelimpahan Berkas Tersangka, KPK Abaikan Hak Novanto

Politik  RABU, 06 DESEMBER 2017 , 07:43:00 WIB

Paksakan Pelimpahan Berkas Tersangka, KPK Abaikan Hak Novanto
 RMOL. Kuasa Hukum Setya Novanto Frederich Yunadi sangat kecewa dengan telah P21 berkas kliennya itu. Ia menuding KPK melecehkan hukum karena melimpahkan berkas Novanto saat praperadilan masih berjalan.

Kemarin Fredrich mengakui, berkas pemeriksaan kliennya sudah masuk tahap P-21 atau proses penyidikan sudah lengkap. Meski begitu dirinya menolak mendampingi Novanto untuk penyerahan berkas dan tersangka.

Menurut Fredrich KPK terlalu cepat memberikan informasi pelimpahan berkas secara mendadak. Bahkan menurut Fredrich KPK memaksa agar proses pelimpahan berkas dapat dilaksanakan secepatnya.

"Saya tidak bisa hadir karena mendadak, saya tolak. KPK juga meminta pengacsra Novanto lain, Rekan Otto juga sedang di Singapura, jadi saya minta ditunda besok pagi, tetap mereka paksa harus ada yang hadir," ujar Fredrich seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/12).

Lebih lanjut Fredrich menilai KPK telah mengabaikan hak dari kliennya, salah satunya masih ada delapan saksi meringankan yang belum diperiksa.

"Saya protes keras karena hak Setya Novanto belum dipenuhi," ujarnya.

Novanto saat ini sedang menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama di Rutan Gedung Merah Putih KPK terhitung sejak tanggal 17 November 2017 hingga 6 Desember 2017 mendatang. [ida]



Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00