RMOLSUMSEL

Home     


MENUJU KURSI KETUM GOLKAR
SUDAH SAATNYA ALEX NOERDIN NAIK DRAJAT POLITIKNYA
MINGGU, 03 DESEMBER 2017 , 09:51:00 WIB
LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

ALEX NOERDIN/RMOLSUMSEL
  

RMOL. Tidaklah Mudah mempertahankan reputasi, prestasi dan kredibilitas Partai Golongan Karya (Golkar) yang pernah Hidup dalam Tiga Orde perjalanan Bangsa ini. Kasus yang menimpa Ketua Umum (Ketum) partai berlambang beringin tentu menjadi perhatian besar seluruh kalangan elite politik tanah air.

Keputusan untuk melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) terus diwacanakan para petinggi partai. Artinya sah dan wajar saja jabatan yang kelak dilepas menjadi lirikan para elte politk di kalangan pusat, yang dinggap sangat berpengalaman juga sangat berpengaruh terhadap dinamika sistem politik Pemerintahan negeri ini.

Terus, ungkap pengamat sosial dan politik, Bagindo Togar, siapa sosok dan tokoh yang dianggap pantas menggantikan Setya Novanto (Setnov) yang saat ini tersangkut permasalahan hukum tersebut. Dan seberapa besar kemampuan dan peluang Pengurus Wilayah atau Daerah Partai Golkar untuk bisa menapaki dan lolos untuk masuk dalam jajaran elite utama di level Pusat.

"Harus kita perhatikan, setidaknya dalam 30 tahun terakhir bila terjadi pergantian pengurus, baik melalui Munas atau Munaslub, yang masuk Nominasi serta terpilih bersumber dari barisan elite DPP Partai Golkar, kalangan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) atau Dewan Pimpinan Daerah (DPD), seperti hanya sebuah pelengkap," jelasnya.

Bagindo berharap, sebagai partai yang mampu mengakomodir setiap kalangan, juga dapat memberikan kesempatan untuk kader. Karena, cukup banyak kader partai Golkar di daerah yang memiliki kemampuan memimpin baik di lingkungam partainya maupun jabatan politik di Pemerintahan.

Seperti kemampuan yang dimiliki H. Alex Noerdin yang kini menjabat Ketua DPW Partai Golkar Provinsi dan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel). Bila memang berhasrat, berharap atau diharap, pria yang akan selesai masa jabatannya sebagai kepala daerah pada November 2018 ini, dapat digadang menjadi Ketua Umum dalam Munaslub nanti.

"Kepiawaian serta kecerdasan yang dimiliki H. Alex Noerdin dalam memimpin partai Golongan Karya (Golkar) dan jabatan Gubernur, dirasa sangat pantas untuk mengisi jabatan Ketua Umum, jika memang nanti Munaslub dilaksanakan," tuturnya.

Kemampuan yang dimiliki anak dari pejuang kemerdekaan ini, sampai Bagindo, sesuai dengan apa yang diharapkan para pengurus dan fraksi-fraksi di internalnya, dimana sang calon Ketua Umum dituntut "Berkemampuan Khusus" untuk humble serta sigap dalam mengakomodir beragam aspirasi yang berkembang dalam tubuh Partai berlambang pohon beringin ini.

"Semua Pihak juga warga Sumsel relatif mengetahui senioritas, pengalaman dan kepiawaian Alex Noerdin dalam memimpin Partai Golkar di Provinsi terluas di Sumatera. Bahkan, pencalonannya di Pilkada DKI Jakarta, membuktikan kemampuan politiknya," ulasnya.

Bagindo berharap, keinginan kader daerah untuk maju di kalangan politik pusat, mendapat pertimbangan dari fraksi internal dan elite pusat Partai Golkar. Untuk Alex Noerdin sendiri, diharapkan dapat mencermati hal utama jika memang berkeinginan maju, yakni urgensi,  kepastian dan jadwal Penyelenggaraan Munaslub Partai Golkar.

Meski memiliki kemampuan memimpin, pria yang memiliki masa jabatan Gubernur Sumsel satu tahun lagi ini, dituntut juga untuk melakukan kalkulasi politik kelembagaan secara holistik. Tidaklah Mudah mempertahankan reputasi, prestasi & kredibilitas Partai yang pernah Hidup dalam Tiga Orde perjalanan Bangsa ini.

"Jika memang maju sebagai salah satu calon Ketua Umum, tentu sudah mempertimbangkan untuk melakukan lobi politik secara khusus di kalangan Elite Partai juga Pemerintahan di tingkat pusat, apakah strategi, konsep maupun existensi Beliau mendapat ruang Serta kans yang sesuai dengan Tradisi Politik Elite negeri ini," terangnya.

Bagindo mengatakan, wajar serta sah-sah saja bila Alex Noerdin mendapat dukungan dari keinginannya untuk naik derajat politiknya di "Puncak Kelas" partai besar yang berpengaruh.

"Sederhananya, beliau sudah lebih paham dalam berhitung tentang peluang, manfaat, tantangan dan jurus jurus jitu yang akan ditampilkan ketika dihadapkan kepada realitas dan dinamika dalam Partai Golkar kedepan," tandasnya.[rik]


Baca juga:
ENDIKAT RUSAK PARAH, WARGA LAPOR KE PRESIDEN DAN GUBERNUR
ALEX NOERDIN PANTAS JABAT KETUM GOLKAR
ENAM BULAN MENJABAT, INI KONKRET KERJA BUPATI MUBA.
JOKOWI PENENTU KETUA UMUM GOLKAR
DODI REZA DIPUJI PETANI DIAPRESIASI PRESIDEN JOKOWI


Komentar Pembaca






Berita Populer

Inilah Nama-nama Calon Kepala Daerah yang Diusung PDIP
PDIP Pastikan Tidak Jadi Penonton
Gagal Seleksi Pembantunya, Kredibilitas Jokowi Digerus 3 Menteri Ini...