Dari Pada Antri Panjang Mending BBM Non Subsidi

PERTAMINA  KAMIS, 23 NOVEMBER 2017 , 14:59:00 WIB

Dari Pada Antri Panjang Mending BBM Non Subsidi

Foto/Net

RMOL. Antrian panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sudah menjadi pemandangan umum masyarakat perkotaan. Terlebih bagi pengendara yang masih memilih bahan bakar jenis premium (non subsidi).

Namun, jauh berbeda dengan pertalite dan pertamax, pengendara dengan leluasa melakukan pengisian bahan bakar non subsidi tersebut. Makanya masyarakat pengguna bbm non subsidi lebih banyak waktu dan peluang dalam mengejar impian dan cita-cita masa depan.

Seperti pengakuan Riski Indah, Ibu dua anak pemilik kendaraan roda dua jenis Yamaha N-Max ini yang satu minggu sekali mengisi bbm non supsidi jenis pertalite di SPBU Talang Kelapa Kota Palembang.

"Saya pilih pertalite karena direkomendasikan perusahaan motor yang saya kendarai itu alasan pertama. Kedua, antrian panjang di jalur premium menguras waktu dan tenaga saya selaku ibu rumah tangga. Antar jemput sekolah anak dan mengurus rumah tangga membutuhkan ketepatan waktu. Kalau pilih premium waktu habis terbuang percuma saat antri premium. Makanya pertalite saja biar waktu pengisian bahan bakar lebih cepat, tugas sebagai ibu rumah tangga berjalan lancar sesuai jadwal," kata Riski Indah kepada RMOLSumsel, Kamis (23/11).

Ditambahkan Riski Indah, untuk kendaraan jenis matic pilihannya memang membutuhkan bahan bakar non subsidi. Meski harga belinya sedikit lebih mahal ketimbang subsidi. Namun dibalik harga yang cukup tinggi itu ada kelebihan lain yang didapatkan konsumen.     

"Perbandingan saja, jika satu liter premium mampu menempuh 10 kilometer saja, Pertalite itu paling tidak 11-12 km. Sekarang Premium Rp 7.400 per liter dibagi 10 perkilonya itu menghabiskan 74, Nah kalau Pertalite dengan harga Rp 8.400 dibagi 11,6 itu berapa ? Begitu. Jadi lebih baguskan," kata Riski Indah yang belakangan diketahui alumni Universitas Negeri di Kota Palembang ini.

Untuk diketahui, pertalite merupakan varian produk bahan bakar gasoline yang diformulasikan Pertamina untuk konsumen yang menghendaki bahan bakar pembakaran yang lebih baik, dengan harga terjangkau. Langkah ini juga terinspirasi oleh perkembangan teknologi kendaraan bermotor di Indonesia.

Pertalite, memiliki level research octane number (RON) 90, Pertalite membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan Premium yang memiliki RON 88. Pertalite sesuai untuk digunakan kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan multi purpose vehicle ukuran menengah.[rel/rik]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

Ada 'Kubangan Gajah' di OKU, Nih Buktinya..

RABU, 04 APRIL 2018 , 12:17:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00