Elektabilitas Golkar Mencemaskan, Akbar Tanjung: Terjadi Kiamat

Politik  RABU, 15 NOVEMBER 2017 , 10:13:00 WIB

Elektabilitas Golkar Mencemaskan, Akbar Tanjung: Terjadi Kiamat

Akbar Tanjung/Net

RMOL. Sejak kasus korupsi e-KTP kembali mencuat keprmukaan dengan penetapan kembali status Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK membawa dampak kurang baik bagi Partai Golkar.

Akbar Tandjung khawatir nasib Partai Golkar di masa mendatang. Sebab, menurut Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar itu, penurunan elektabilitas partainya itu sudah sangat mencemaskan.

Apalagi, penurunan itu terkait dengan status hukum Ketua Umum Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

”Bukan saja prihatin, sedih. Tapi juga sangat khawatir, kalau tidak dikatakan takut,” ujar Akbar kepada wartawan di Jakarta tadi malam (14/11).

Menurut Ketum Golkar periode 1998�"2004 tersebut, tren penurunan elektabilitas Golkar terjadi sejak era reformasi. Namun, yang paling dia khawatirkan adalah kondisi saat ini.

”Jangan sampai tren penurunan itu terjadi terus. Saya dengar saat ini sudah 7 persen,” ucap mantan ketua DPR tersebut.

Akbar mengingatkan, penurunan elektabilitas bisa terus terjadi jika tidak ada upaya perubahan di internal Golkar.

Tanpa perubahan, tidak menutup kemungkinan elektabilitas Golkar menurun menjadi 6 persen, 5 persen, atau di bawah 4 persen.

”Kalau di bawah 4 persen, boleh dikatakan, ya dalam bahasa saya, bisa terjadi kiamat di Partai Golkar," ungkapnya.

Dalam posisi perolehan suara di bawah 4 persen, bisa dikatakan Golkar tidak akan lolos dari ambang batas parlemen.

Jika itu terjadi, untuk kali pertama dalam sejarah, Golkar tidak akan memiliki wakil di parlemen. ”Kalau Golkar tidak punya wakil anggota DPR, ini yang saya takutkan,” jelasnya seperti diberitakan JPNN, Rabu (15/11).

Akbar mengungkapkan, saat ini harus ada kesiapan dari semua pihak di internal Golkar untuk melakukan perbaikan dan perubahan.

Bahkan, jika memang dianggap sebagai hal terbaik, perubahan kepemimpinan juga menjadi pilihan.

”Pemimpin yang akan menentukan keberhasilan partai. Pemimpin pula yang akan bisa memengaruhi opini publik terhadap partai,” tuturnya.[rik]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00