Hukum Berat Aktor Perarakan Bugil Sepasang Remaja!

Hukum  RABU, 15 NOVEMBER 2017 , 07:55:00 WIB

Hukum Berat Aktor Perarakan Bugil Sepasang Remaja!

Ilustrasi/Net

RMOL. Perilaku main hakim sendiri, hukuman berdasarkan kemauan seseorang atau sekelompok orang sejak lama tidak dibenarkan berlangsung di Negara hukum Indonesia.   

Sayangnya, publik kembali dikejutkan kabar sepasang muda-mudi di Cikupa, Tangerang, Provinsi Banten, ditelanjangi sekelompok orang atas tuduhan berbuat mesum di rumah kontrakan, Sabtu (11/11) pekan lalu.

Seperti diwartakan, setelah diarak keliling kampung sekitar satu jam, mereka juga dipukuli dan dipermalukan melalui video bugil yang disebar ke media sosial. Namun kepolisian menyebut 'keduanya tak terbukti melakukan perbuatan asusila'.

Penelanjangan atau perarakan bugil terduga pelaku asusila tampaknya dinilai sebagai bagian dari norma sosial yang sudah lama dianut beberapa warga masyrakat di Indonesia.

"Secara sosiologis dari, fenomena perarakan bugil yang sering muncul di komunitas komunal pedesaan masih bertahan karena penegakan hukum yang danggap lemah dan masih tebang pilih," ujar Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Uhamka, Maneger Nasution kepada redaksi RMOLJakarta, pagi ini (Rabu, 15/11).

Penelanjangan kemudian menjadi hukuman yang bersifat represif atau 66 mempermalukan orang di ruang publik. Tujuan hukuman itu berbeda dengan hukuman di kalangan perkotaan atau terdidik, bukan untuk membuat jera, terang Maneger, tapi menegaskan bahwa ada aturan yang tidak boleh dilanggar.

Maneger menekankan, negara punya mandat untuk menghentikan praktik sanksi sosial yang penuh kekerasan dan menistakan kemanusiaan itu. Masyarakat tidak boleh main hakim sendiri.

"Ini tradisi yang sudah tak sesuai lagi dengan peradaban masyarakat modern," kritiknya.

Oleh karena itu, menurutnya, polisi harus memproses terduga pelaku dan aktor intelektual pengarakan bugil di Cikupa, itu dengan hukum pemberatan. Di samping dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di ruang publik dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, juga dengan UU 39/1999 tentang HAM.

Dalam catatan publik peristiwa perarakan bugil juga sebelumnya pernah dilaporkan terjadi di Desa Bangunrejo, Sukorejo, Jawa Tengah (Agustus 2017). Pada 2015 peristiwa perarakan juga menimpa sepasang kekasih di Desa Pandan Wangi, Indragiri Hulu, Riau. Bahkan seorang remaja perempuan yang dituduh mencuri sandal pernah pula diarak dalam keadaan bugil di Sragen, Jawa Tengah (2016) hingga dia dilaporkan menderita depresi dan harus menjalani konseling.[rik]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00