RMOLSUMSEL

Home     


TERBUKTI BERSALAH, BUNI YANI DIVONIS 1 TAHUN 6 BULAN PENJARA
SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 19:15:00 WIB

BYNI YANI/NET
  

RMOL. Majelis hakim menyatakan Buni Yani terbukti bersalah melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan menyebarkan hate speech (ujaran kebencian) melalui media sosial. Karena itu Buni Yani divonis 1 tahun dan 6 bulan penjara, Selasa (14/11).

Ujaran kebencian dimaksud yakni Buni Yani mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya.

Vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang meminta hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara.

"Menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim M Sapto dalam pembacaan putusannya di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11).

"Menimbang bahwa selama persidangan terdakwa tidak ditahan, tidak cukup alasan untuk ditahan, maka terdakwa tidak ditahan," imbuh M Saptono seperti diberitakan JPNN.

Majelis hakim menilai Buni Yani bersalah atas perbuatannya mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya.

Buni didakwa telah mencantumkan keterangan berupa transkrip video pidato yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli.

Ia juga didakwa menghilangkan kata 'pakai' saat Ahok menyinggung surat Al Maidah dalam pidatonya.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, Ahok mengutarakan 'jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya, ya kan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macem-macem itu, itu hak bapak ibu, yah. Jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya.'

Perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur pasal 32 ayat 1 dan pasal 28 ayat 2 UU ITE melakukan ujaran kebencian serta mengedit isi video pidato Ahok.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada (3/10) lalu. Menuntut Buni Yani untuk dihukum dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider penjara tiga bulan.

Hal yang memberatkan menurut hakim, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan dan tak mengakui kesalahannya.

Pada sisi lain yang meringankannya, yakni Buni Yani belum pernah diproses hukum dan mempunyai tanggungan keluarga.

Dalam perkara pelanggaran UU ITE, Buni Yani menjalani 19 kali persidangan. Dalam beberapa kali persidangan sempat suasana panas kerap mewarnai jalannya proses persidangan.

Sebelumnya, Buni Yani menanggapi tuntutan dari JPU pada (3/10) lalu sebagai bentuk kezaliman serta tidak berdasarkan azas keadilan.

Dia juga tidak menyangka sebuah unggahan di laman Facebook mengubah hidupnya. Ia membantah melakukan ujaran kebencian dalam unggahannya.

"Saya berasal dari keluarga yang sangat plural. Kakek haji, saya punya saudara nikah dengan Hindu di Lombok, sepupu ibu saya nikah dengan Manado, pindah ke Kristen, kalau ada acara keluarga besar semua kumpul," ucap Buni Yani dalam pembelaannya. [ida]


Baca juga:
AGEN TRAVEL ONLINE ASING GANGGU BISNIS HOTEL INDONESIA
BENAR! KPK GARAP SETNOV TANPA IZIN PRESIDEN
INASGOC NYATAKAN PALEMBANG SIAP SELENGGARAKAN ASIAN GAMES
DAUD YORDAN DAN MATTEO MERIAHKAN OPENING CLOSING CEREMONY PORPROV XI
KUNJUNGI VETERAN, HARNOJOYO BERBAGI KASIH DENGAN PARA PEJUANG


Komentar Pembaca






Berita Populer

Lima Terduga Teroris di 3 Tempat Diamankan
Tabrak Truk Parkir di Pinggir Jalan, 2 Pelajar Tewas Seketika
Pengacara: Ke Mabes Polri, Uztad Somad Laporkan Masalah Pribadinya