RMOLSUMSEL

Home     


SENGKETA PEMBANGUNAN HOTEL IBIS BERLANJUT,
PTUN GELAR SIDANG PEMERIKSAAN LAPANGAN
SENIN, 13 NOVEMBER 2017 , 22:18:00 WIB
LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

SIDANG PEMERIKSAAN LAPANGAN/RMOLSUMSEL-RMS
  

RMOL. Untuk melengkapi bukti laporan sidang, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang melaksanakan gelar sidang pemeriksaan lapangan di lokasi pembangunan Hotel Ibis, yang terletak di Jalan Letkol Iskandar Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur I, Senin (13/11).

Hal itu terkait gugatan pembatalan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Hotel Ibis yang diterbitkan Pemerintah Kota Palembang dengan nomor perkara : 58/G/2017/PTUN. PLG.


Ketua Majelis Hakim Darmawi SH, disaksikan tim kuasa hukum kedua belah pihak mengemukakan bahwa pengecekan dilakukan langsung pada titik yang disengketakan para Penggugat (PT Sebangun Bumi Andalas), terhadap Tergugat (Pemerintah Kota Palembang) dan Tergugat 2 Intervensi (PT Indo Citra Mulia).  Hal ini sesuai dengan Surat Panggilan untuk menghadiri sidang pemeriksaan lapangan.

"Kami sudah melihat keadaan, segala pihak  terkait sudah kami tanya. Objek fisik sudah kami lihat, dan data sudah kami dapatkan," ulasnya.

Sementara itu kuasa hukum PT SBA Iir Sugiarto mengatakan, dari  pemanggilan keduanya ketua majelis hakim meminta pihak SBA yang dihadiri pemiliknya Sulaiman dan didampingi Penasehat Hukum Iir Sugiarto menerangkan kerusakan apa yang ditimbulkan.

"Proses pembangunan berdampak pada lahan klien kami seperti tanah longsor karena adanya galian untuk lahan parkir di pihak Indo Citra Mulia kemudian adanya penurunan tembok bangunan yang sangat drastis dan tanah yang amblas akibat pembangunan yang dilakukan pihak ICM," sampainya.

Bahkan, pihaknya menerangkan adanya Ground Anchor yang masuk ke lahan mereka sebagai penyangga beton untuk pembangunan dinding bawah tanah yang dilakukan pihak ICM.

"Ground Anchor yang dimasukkan ke lahan klien kami  juga sangat merusak lahan dan sangat merugikan," ulasnya.

Hal itupun tidak dapat dibantah oleh pihak ICM melalui perwakilannya, Hans Syaiful. Karena apa yang diterangkan Sulaiman dan kuasa hukumnya sesuai dengan fakta.

"Kejadian itu betul adanya pak. Kejadian terjadi akibat dari longsoran karena adanya pengggalian dari kami ujar. Kita sudah menyiapkan beton, tanah dan segala macam  untuk memperbaiki namun belum mendapatkan izin, pihak tetangga melakukan pekerjaanya sendiri pekerjaannya sendiri," katanya kepada majelis hakim.

Meski begitu, Hans menolak bahsa penjelasan penggugat tetkait Ground Anchor yang merusak bangunan sekitar.  Dikatakannya, apa yang dikerjakan tidak merusak dan tidak berpengaruh pada bangunan pihak SBA.

"Sekarang masih ada di dalam itu pak kita tidak bisa mencabut. Dalam hal ini kami juga sudah berkonsultasi dengan ahli Ground Anchor tersebut. Menurut mereka Ground Anchor tersebut juga jamak dipakai dan mereka mengatakan bilamana ada pekerjaan pembangunan di sana dan sebagainya Ground Anchor tersebut akan kalah istilahnya, jadi tidak akan berpengaruh terhadap konstruksi yang akan dipakai," tegasnya.

Soal putusan, dirinya menjelaskan masih ada beberapa proses persidangan lanjutan. Di antaranya mendengarkan pembuktian dari penggugat dan tergugat, Keterangan saksi, Kesimpulan serta terakhir kesimpulan.

"Saat ini sedang menunggu bukti, bukti belum masuk. Untuk saksi kedua belah pihak dapat menghadirkan. Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 23 November 2017 pukul 10," ulasnya.

Sementara itu, pihak tergugat dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Bantuan Hukum Imam Ilham menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan alat bukti dalam persidangan terkait gugatan ini.

"Tadi waktu sidang, yang jadi permasalah pelaksanaan pembangunan, tetapi digugatan yang jadi pokok permasalahan IMB dan itu yang akan menjadi fokus kita," terangnya.

Di tempat yang sama, tergugat dua intervensi dalam hal ini PT Indo Citra Mulia, melalui kuasa Hukumnya Etty Gustina SH menerangkan, sebenarnya sejak awal terjadi permasalahan sudah ada komunikasi dengan pihak penggugat. Dimana, telah dituangkan dalam kesepakatan dalam bentuk kerugian terhadap bangunan yang berdiri.

"Dari kami selaku pihak tergugat dua intervensi sebenarnya permasalahan ini sudah ditanggulangi dan diselesaikan sejak awal," tegasnya. [ida]


Baca juga:
ALEX OPTIMIS MOTO GP 2019 DI PALEMBANG
DISEBUT BORONG PARPOL, HARNOJOYO: SAYA INGIN SPORTIF DALAM BERPOLITIK
RESMI, HARNOJOYO JADI CAWAKO PALEMBANG
DUTA GERAKAN NASIONAL GOTONG ROYONG
GERAKAN NASIONAL GOTONG ROYONG DIMULAI DARI PALEMBANG, HARNOJOYO JADI DUTA NASIONAL


Komentar Pembaca






Berita Populer

Kasihan, Istrinya Baru Melahirkan....
Viral di Sosmed, Netizen Ungkap Identitas 2 Korban Tabrakan Mau
Amankan Ratusan Botol Miras dan Rokok Bangkok