RMOLSUMSEL

Home     


JADI PENGURUS ORMAS, KOMISIONER KPU PRABUMULIH DIDESAK MUNDUR
SENIN, 13 NOVEMBER 2017 , 21:21:00 WIB
LAPORAN: DEDE SUHEN

KETUA KPU KOTA PRAMUBULIH M TAKHYUL/RMOLSUMSEL-DEK
  

RMOL. Guna menghindari konflik kepentingan antara petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan para calon yang akan bertarung pada Pilkada dan Legislatif, anggota KPU yang terdapaftar sebagai pengurus atau anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) diwajibkan untuk memilih salah satunya.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Ketua KPU RI Nomor 666/SDM.12.-SD/05/KPU/XI/2017 tanggal 7 November 2017.

Menindaklanjuti keputusan tersebut, Ketua KPUD Kota Prabumulih M Takhyul telah meminta, komisioner KPU yang masih aktif menjadi pengurus ormas mengundurkan diri.

"Ada satu komisioner kita yang menjadi pengurus Pemuda Panca Marga (PPM). Kita telah minta kepadanya untuk keluar dari kepengurusan ormas. Kalau tidak, tinggal pilih mau jadi komisioner atau pengurus ormas, karena sudah jelas larangannya," ungkapnya.

Menurut Takhyul, saat ini komisioner yang bersangkutan telah menandatangani surat pernyataan mundur dari kepengurusan  PPM. Dia lebih memilih untuk tetap menjadi komisioner KPU.

"Saat ini tinggal menunggu surat pemberhentian dari pengurus provinsi. Karena keluarnya anggota dari organisasi harus dibuktikan dengan surat pernyataan telah keluar, dari ormas tersebut," ujarnya.

Sementara itu Wawan Irawan, Komisioner Devisi Teknis dan Penyelenggaraan KPUD Kota Prabumulih menjelaskan, alasan dirinya bergabung dengan PPM lantaran orangtuanya seorang pejuang atau veteran.

"Dengan adanya larangan anggota atau komisioner KPU harus bersih dari organisasi lain, maka saya memutuskan untuk mengundurkan diri dan meninggalkan posisinya sebagai wakil ketua umum (Wadan Resimen) di PPM Kota Prabumulih priode 2016-2020," terangnya.

Lebih jauh Wawan menuturkan,  berdasarkan  UU Nomor 7 tahun 2017 mengamanatkan, bahwa anggota KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota harus mengundurkan diri dari anggota Ormas yang ada, dan ditindaklanjuti dengan surat KPU RI Nomor 666 tangal 7 November 2017, perihal pengunduran diri dari kepengurusan Ormas paling lambat 30 hari atau hingga Desember 2017.

"Saya sudah membuat surat pernyataan pengunduran diri per tanggal 9 November lalu, dan telah diserahkan dan diterima Ketua PPM Prabumulih, Edi Eduardi Hosen. Tinggal menunggu surat pemberhentiannya dari PPM Sumsel," tuturnya menambahkan. [ida]


Baca juga:
TURUNKAN BALEHO CAGUB
SEMUA BERKAS PARPOL DI MUBA BERMASALAH.
PENETAPAN PARPOL APAKAH IKUT PEMILU ATAU TIDAK!
KELAHIRAN HARUS DIRENCANAKAN AGAR ANAK-ANAK BERKUALITAS
PPS JANGAN COBA-COBA MAIN MATA


Komentar Pembaca






Berita Populer

Inilah Nama-nama Calon Kepala Daerah yang Diusung PDIP
Demokrat Serahkan SK Dukungan Untuk Harnojoyo-Fitri
Kasihan! Titiek Soeharto Hanya Dijadikan Korban Permainan Politik...