RMOLSUMSEL

Home     


BAYI 17 HARI DINYATAKAN TERPAPAR NARKOBA
SABTU, 11 NOVEMBER 2017 , 22:59:00 WIB

RMOL.Satu keluarga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dinyatakan positif narkoba.

Ironisnya, bocah berusia 6 tahun dan bayi usia 17 hari turut menjadi korban.

Sang bocah positif zat adiktif, sementara sang bayi diduga ikut terpapar.

Fakta memilukan itu terungkap ketika Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Barat (Kobar) mengamankan dua perempuan, ST alias TY, 21, dan adiknya WS alias W, 16, di Jalan Rajawali, Pangkalan Bun, Selasa (7/11).

Hasil tes urine dan pemeriksaan membuktikan mereka positif mengonsumsi sabu.

Sabu yang dikonsumsi keduanya berdampak pada adik paling bungsu, AJ, 6. Dia positif sabu, meski tidak mengonsumsi secara langsung. Lebih parah, bayi usia 17 hari, NL, anak WS, diduga ikut terpapar.

Kepala BNNK Kobar I Wayan Korna menuturkan, pihaknya awalnya mengamankan seorang laki-laki berinisial TT di Jalan Bekisar. Dari hasil pengembangan, ST dan WS diciduk di rumahnya.

”Setelah kita lakukan tes urine terhadap WS dan AJ, keduanya positif narkoba. Untuk ST tidak kita tes karena dia sudah mengakui. AJ walaupun tidak mengonsumsi, terkena paparan langsung dari kedua kakaknya yang mengonsumsi,” ujar Wayan., diberitakan JPNN.

Terpaparnya AJ, karena di kamar ST dan WS tidak ada ventilasi. Ruangan itu tertutup, sehingga penggunaan narkoba di dalam kamar korban membuat AJ ikut terpapar, meski tidak mengonsumsi secara langsung.

Wayan mengatakan, hal tersebut menjadi peringatan bagi semua pihak untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga. Pasalnya, jika terjadi permasalahan dalam keluarga, akan berdampak sampai ke anak dan cucu.

”Bapak dan ibunya sudah masuk LP (lembaga permasyarakatan). Anaknya bingung tidak punya kerjaan, terpaksa ngantar (jadi kurir, Red) sabu, karena dia harus menanggung adiknya yang baru berumur 6 tahun,” katanya.

Menurut Wayan, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa narkoba dapat menjerumuskan dan berdampak pada siapa pun, termasuk bayi yang baru berumur 17 hari. Sang ibu, WS, yang sudah melahirkan pada usia sedini itu juga sebagai akibat dari pergaulan bebas dan narkoba.

”Berkaitan dengan keluarganya (WS), secara kemanusiaan kami miris. Sampai mengorbankan orang, mau dikemanain (anaknya) ini,” katanya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kobar untuk menangani korban yang masih berusia 6 tahun dan bayi 17 hari. Pasalnya, WS belum memiliki pekerjaan dan belum bisa bertanggung jawab mengurus bayinya.

”Makanya, kami akan mencari solusi. Mau diapain juga kami bingung. Dilema bagi kami. Untuk bayi masih dalam pemeriksaan tes urine. Belum kita ketahui hasilnya. Nanti akan diinformasikan,” katanya.

Dia menegaskan, semua korban akan direhabilitasi. Terutama AJ yang terpapar sabu dari kakaknya. ”Secara psikis dia (AJ) ikut mempelajari barang itu (sabu, Red) dari asap. Tapi, menurut dokter yang saya kenal, (AJ) masih bisa diselamatkan asal dia dipisahkian (dari kakaknya) sampai besar dan akan sembuh dengan sendirinya,” ujarnya.[sri]


Baca juga:
IBU CANTIK INI AKAN LAHIRKAN BAYI KEMBAR EMPAT DI PALEMBANG
KETUA DPRD INI CUMA DISURUH RAWAT JALAN, HADEHHH!
DPRD: ADA 40 RIBU PECANDU, KERJA BNNK LUBUKLINGGAU BELUM OPTIMAL
TANGKAPAN BESAR! BNN BERHASIL AMANKAN 1 KG SHABU
DIKIRA ULAR DALAM KARDUS, TERNYATA BAYI CANTIK


Komentar Pembaca






Berita Populer

Lima Terduga Teroris di 3 Tempat Diamankan
Tabrak Truk Parkir di Pinggir Jalan, 2 Pelajar Tewas Seketika
Pengacara: Ke Mabes Polri, Uztad Somad Laporkan Masalah Pribadinya