Biasa Masuk Penjara, 16 Tahun Bunuh Orang, Duterte Kamu Ini Apa?

Budaya  SABTU, 11 NOVEMBER 2017 , 13:57:00 WIB

Biasa Masuk Penjara, 16 Tahun Bunuh Orang, Duterte Kamu Ini Apa?

Rodrigo Duterte/net

RMOL. Keluar masuk penjara diusia belia bukan suatu hal aneh bagi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

Bahkan Duterte mengaku pernah menikam seseorang sampai tewas saat dirinya berusia 16 tahun.

"Ketika saya masih remaja, saya masuk dan keluar dari penjara, berkelahi di sana-sini. Pada usia 16 tahun, saya sudah membunuh seseorang," umbar  Duterte saat berbicara dengan warga Filipina di Danang, Vietnam, Jumat (10/11).

Dia mengaku menusuk orang itu tanpa pikir panjang. Kemudian ia meminta para pendengarnya membayangkan apa yang bisa dia lakukan sebagai presiden.

"Saya tidak akan membiarkan Anda lolos jika membuat kekacauan dengan orang-orang Filipina. Jangan pikirkan pendukung hak asasi manusia," ucap presiden yang memerintahkan tembak mati di tempat terhadap para pelaku kejahatan narkoba di negaranya itu.

Pernyataan tersebut dilontarkan Duterte saat membela kebijakan ekstrem pemerintah Filipina terhadap obat-obatan terlarang. Pidatonya pun disambut tepuk tangan dan tawa.

Jurubicara Duterte, Harry Roque, mengklaim komentar bosnya itu sebagai sebuah lelucon. Ia menerangkan bahwa Duterte bermaksud membesar-besarkan cerita.

"Saya pikir itu bercanda. Presiden menggunakan bahasa warna-warni saat bersama warga Filipina di luar negeri," kata Harry, dikutip The New York Times.

Duterte berada di Vietnam bersama para pemimpin dunia lainnya dalam rangka pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Bukan kali ini saja Duterte dengan bahas vulgar mengaku pernah membunuh orang. Pada tahun 2015, saat dia masih menjabat Walikota Davao City, ia mengklaim pernah menikam seseorang sampai meninggal dunia saat berusia 17 tahun. Pada Desember 2016, dia mengaku secara pribadi membunuh setidaknya tiga orang selama menjabat Walikota.

Duterte telah menerima banyak kritik keras dari dunia internasional akibat tindakan keras di luar hukum terhadap pengedar dan pengguna narkotika di dalam negerinya. Media lokal menyebut kebijakan ekstrem itu telah menelan korban sekitar 4.000 orang tewas sejak Mei 2016.

Pada Minggu besok, Duterte akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donal Trump, di Manila, sebagai bagian dari tur 12 hari Trump ke benuar Asia. Trump sendiri sempat memuji Duterte dan mengucapkan selamat kepadanya atas pekerjaan yang luar biasa dalam program pemberantasan narkoba sebagaimana diberitakan RMOLJakarta, Sabtu (11/11).[rik]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00