RMOLSUMSEL

Home     


NASIB DESA-DESA DI BANYUASIN, EKONOMI MANGKRAK, TERENDAM BAHKAN TERISOLIR
JUM'AT, 10 NOVEMBER 2017 , 12:40:00 WIB

TERENDAM BANJIR/RMOLSUMSEL/BUBUN KURNIADI
  

RMOL. Dari 304 Desa yang ada di Kabupaten Banyuasin saat ini masih banyak jalan rusak di wilayah desa pada 19 kecamatan yang dapat dinilai terisolir serta menghambat pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat.

Dalam Musrembang Kecamatan yang di gelar beberapa waktu lalu di Kabupaten Banyuasin, telah banyak usulan bahkan pengajuan perbaikan jalan secara administrasi dan lisan kepada pihak pemerintah Kabupaten Banyuasin, guna perbaikan Jalan di wilayah ratusan desa oleh pihak pemerintah setempat.

Namun, hingga saat ini masih banyak Desa yang jalannya mengalami rusak parah dan belum ada tanggapan yang positif dari pihak Pemkab Banyuasin. Dari pantauan RMOLSumsel, masih banyak anak sekolah yang harus melepas sepatunya ketika melintas menuju sekolah, karna jalan Desa menuju kesekolahnya berlumpur di genangi Air ketika hujan turun dan bahkan ada beberapa Jalan akses keluar dan masuk ke Desa juga yang sama sekali belum tersentuh dan di perbaiki, selama 15 tahun berdirinya kabupaten Banyuasin.

Adanya Hal tersebut, Emi Sumitra Anggota Komisi 1 DPRD kabupaten Banyuasin, prihatin dengan adanya kondisi jalan yang rusak saat ini, ia mengatakan jika jalan yang rusak di Desa-desa yang ada di Kabupaten Banyuasin, harussegera di laporkan dan disampaikan oleh pihak perangkat Desa kepada pihak pemerintah Daerah. Penyampaiannya tersebut bukan hanya secara lisan kepada pihak Pemerintah tetapi harus sesuai dengan aturan seperti penyampaian secara Administrasi juga agar pembenahannya nanti dapat di pertanggung jawabkan.

"Secara spontalitas masyarkat sudah melaporkan kerusakan jalan, tetapi harus juga melaporkannya secara administrasinya," katanya kepada RMOLSumsel, Jumat (10/11).

Emi juga menjelaskan, keterbatasan anggaran juga merupakan suatu hal yang sangat menjadi permasalahan saat ini, oleh karna itu juga pemerintah Kabupaten Banyuasin dapat harus dapat bereaksi cepat dengan menempatkan alat-alat berat di setiap kecamatan untuk memperbaiki jalan yang rusak.

"Ya alat berat harus di tempatkan di setiap kecamatan, karna saat ini di utamakan Jalan Jalan poros di kecamatan harus dapat baik, Jadi jika mengandalkan anggaran Pemkab tidak akan mampu untuk mengatasi perbaikan jalan seluruh wilayah kabupaten ini," ucapnya.

Lanjutnya, ada di lima wilayah kecamatan untuk jalan poros yang saat ini merupakan akses di priotitaskan agar dapat baik, serta alat berat tersebut di tempatkan yaitu Pulau Rimau, Muara Padang, Muara Sugihan, Tungkal Ilir dan Air saleh.

"Alat berat itu standby di sana dan keterbatasan APBD juga yang saat ini menghambat perbaikan jalan yang rusak, Jadi untuk jalan-jalan yang di desa belum ada perbaikan, namun skala prioritas di tahun 2018 harus dianggarkan dan Pemkab juga harus prioritaskan itu," sambungnya.

Keputuaan tersebut berdasarkan rapat Banggar di DPRD Banyuasin, sedangkan untuk mencari solusi bagi pelajar yang terhambat dan sangat memprihatinkan ketika melintas di Jalan yang berlumpur dan rusak. Bahkan mereka harus melepas sepatu dan meliburkan bersekolah ketika Jalan di Banjiri oleh air ketika hujan deras.

Emi sumitra mengatakan, reaksi cepat dari pihak pemerintah harus segera dilaksanakan dengan menggunakan alat Berat untuk atasi hal tersebut.

"Kita mau apa lagi dengan mobil juga tidak dapat melintas anak sekolah, kalau jalan rusak, jadi menerjunkan alat berat itulah solusinya agar mereka dapat melintas," pungkasnya.[rik]


Baca juga:
POLISI PALSU DISURUH POLISI ASLI GREBEK PESTA SABU, HASILNYA...
OLAHRAGA INDONESIA PASTI MAKIN MAJU
RATUSAN DESA DI BANYUASIN BEGINI KONDISINYA!!!
TIM POLDA SUMSEL BERHASIL MERINGKUS PENJAHAT PALING SADIS
TAK PERNAH TERSENTUH PERBAIKAN, JALAN-JALAN DESA BANYUASIN RUSAK PARAH


Komentar Pembaca






Berita Populer

Kota Jeddah Seperti Sungai, Pertanda Kiamat Sudah Dekat?
Alex: Tidak Heran Sumsel Lirikan Dunia