RMOLSUMSEL

Home     


TIM POLDA SUMSEL BERHASIL MERINGKUS PENJAHAT PALING SADIS
KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 22:22:00 WIB

KETIGA TERSANGKA DILUMPUHKAN/RMOLSUMSEL-SANDI
  

RMOL. Anggota gabungan yang terdiri dari Tim Rimau Polda Sumsel bersama Satreskrim Polres Pagar Alam berhasil meringkus tiga buronan, kasus pembunuhan Darul Kutni seorang Toke Kopi di Kota Pagaralam, Senin (6/11) .

Bahkan ketiga pelaku dihadiahi timah panas petugas. Ia berusaha melawan dan mencoba kabur saat hendak ditangkap petugas dikediaman mereka masing-masing.

Ketiga pelaku yang merupakan gembong penjahat. Mereka Eko Riyadi warga Jalan Tebat Serai, Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan; Gusti Komang Sujana warga Desa Lubuk Seberuk dan Misgianto alias Belawong warga Dusun IV Tri Tunggal, Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal, Kabupaten Banyuasin.

Bersamaan dengan pelaku, turut pula diamankan barang bukti berupa empat pucuk senjata api rakitan yang digunakan saat beraksi, uang puluhan juta sisa hasil yang dirampok, puluhan gram emas, satu unit mobil kijang Xenia, tiga unit sepeda motor, buku tabungan serta beberapa lembar STNK dari tangan pelaku.

"Atas kerjasama Polda dengan Polresta Pagaralam, akhirnya kita berhasil meringkus kelompok penjahat sadis ini setelah sempat buron. Catatan kita ada 21 TKP di empat provinsi aksi perampokan yang mereka lakukan, saat ini masih ada beberapa pelaku yang belum tertangkap. Untuk barang bukti yang diamankan dari tangan komplotan ini uang yang tidak begitu besar karena sudah dibelikan tanah dan kendaraan." Terang Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara didampingi Kasat Reskrim Polresta Pagaralam saat ungkap kasus dan barang bukti, Kamis (9/11).

Lanjut Kapolda, modus yang digunakan komplotan ini sama yakni dengan mendobrak pintu rumah korban nya dengan menggunakan kayu balok." Setelah mereka berhasil masuk, si korban langsung diancam dengan menggunakan senpi dan sajam." Bebernya.

Lebih lanjut lagi orang nomor satu di Polda Sumsel ini mengungkapkan, saat melakukan aksinya komplotan Belawong ini terbilang sadis. Betapa tidak, dengan menggunakan senjata api rakitan mereka tidak segan melukai bahkan membunuh korban apabila melakukan perlawanan.

"Tentunya kami dari pihak kepolisian berharap nantinya kepada hakim maupun jaksa untuk menghukum pelaku dengan hukuman yang seberat beratnya karena komplotan ini sudah menghabisi dua nyawa korban yang mereka rampok." Ujar Zulkarnain.

Sementara itu, salah satu pelaku yakni Eko Riyadi mengatakan, dirinya ikut merampok bersama komplotan Belawong empat kali dengan hasil rampokan puluhan juta. Diakuinya ,saat beraksi dia bertugas diluar rumah saat rekan-rekan nya berada didalam rumah korban.

"Saya jaga diluar mengawasi situasi sambil membawa golok. Kalau yang membawa Senpi itu Belawong dan dia juga yang menembak bos kopi waktu merampok di Pagar Alam lalu uang korban 400 Juta kami ambil. Saya dapat bagian tiga puluh juta, uang sudah habis saya belikan bibit singkong." Ungkapnya.

Sedangkan pelaku lainnya yakni, Komang alias Belawong yang menjadi otak perampokan tersebut mengakui dirinya lah yang menembak korban sebanyak dua kali.

"Ya pak, memang saya yang nembak korban saat itu, tapi saat itu saya tidak tahu kalau dia meninggal,' kilahnya. [sandi/ida]


Baca juga:


Komentar Pembaca






Berita Populer

Bejat.. Tukang Ojeg Cabuli Pelajar SD Langgananya
Dua Pria Berseragam TNI Ditelenjangi di Lokalisasi Prabumulih
Lawan Petugas dengan Senpira, Perampok Toke Karet Didor