RMOLSUMSEL

Home     


JUJUR! KADES INI AKUI PALSUKAN TANDATANGAN DEMI SPJ
KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 16:35:00 WIB
LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

ABDUL MANAN, KADES PENANTIAN KECAMATAN SOSOH BUAY RAYAP KABUPATEN OGAN KOMERING ULU (OKU) /RMOLSUMSEL
  

RMOL. Entah apakah karena kepolosan atau pengakuan salah, Abdul Manan, Kepala Desa (Kades) Penantian Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengakui telah memalsukan tanda tangan perangkat desanya. Dalam hal ini Tandatangan Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan, Arlias.

Pengakuan blak-blakan tersebut diungkapkan Abdul Manan kepada wartawan di kediamannya, Kamis (9/11).

Menurut Manan, hal tersebut ia lakukan untuk kepentingan membuat Surat Pertanggungjawaban (SPj) guna pencairan dana desa tahap II.

Kenapa nekat? Kades beralasan tindakan itu dilakukan karena mendesak dan dikejar waktu.

"Saya ngomong sama bendahara, Kaur dll, bahwa SPj ini harus selesai. Karena menjadi persyaratan ikut pelatihan bagi Operator dan Bendahara di Palembang beberapa waktu lalu," katanya menceritakan.

Pihaknya makin kelabakan, manakala SPj desa lain sudah selesai, dan mereka (desa lain tadi) mulai berangkat ke Palembang. Di sisi lain, SPj mereka belum kelar.

"Ya mendesak. Kawan lain sudah berangkat. Makanya kita kebut menyelesaikannya. Nah, rupanya ada dokumen yang terselip, dimana ada Tandatangan yang kosong yakni Kaur Pemerintahan. Sementara waktunya sudah mepet. Dan sudah pukul 11 malam," jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Manan, bahwa yang bersangkutan yakni Arlias selaku Kaur Pemerintahan, susah ditemui karena sibuk di kebun karetnya, dan handphonenya selalu tidak aktif saat ditelepon.

"Sementara sebelum ke Palembang, SPj itu harus selesai. Karena waktunya mepet, maka akhirnya saya terpaksa memalsukan tandatangannya," beber Kades.

Namun, Abdul Manan membantah jumlah berkas yang tandatangannya dipalsukan itu berjumlah delapan (8) lembar. Melainkan hanya dua lembar saja, yakni pada Surat Perintah Perbelanjaan (SPP).

"Tandatangan Kaur Pemerintahan Desa Penantian, Arlias yang saya palsukan cuma ada dua. Bukan delapan lembar seperti yang dibeberkannya," ungkap Kades.

Kendati demikian lanjut dia, pasca pelatihan di Palembang, ia langsung memanggil Arlias untuk menjelaskan bahwa tandatangannya sudah dipalsukan. Namun yang bersangkutan marah dan langsung mengundurkan diri dari jabatannya.

"Saya sudah jelaskan baik-baik bahwa berkas yang tandatangannya dipalsukan itu hanya sebatas untuk laporan agar bisa ikut pelatihan di Palembang saja. Sementara untuk laporan  ke Inspektorat dan Bupati OKU seluruh perangkat desa akan dipanggil satu persatu agar langsung tandatangan di berkas yang saya siapkan," katanya.

Kades mengatakan, gara-gara Arlias mengundurkan diri, maka sampai detik ini berkas laporan SPj ke Bupati dan Inspektorat OKU belum bisa dinaikkan.

"Ya, mau bagaimana lagi. Padahal waktunya sudah mepet. Jika begini terus saya khawatir kami tidak bisa mencairkan dana desa tahap kedua. Jika itu terjadi, maka bisa dipastikan seluruh program yang telah kami susun untuk kemajuan Desa Penantian tidak bakal bisa terealisasi," sesalnya.

Sementara soal tuduhan bahwa sikapnya sebagai kepala desa arogan dan tidak transparan dalam mengelola dana desa, Abdul Manan membantah tuduhan tersebut.

"Itu tuduhan yang mengada-ada. Setiap akan menggunakan dana desa, maka saya pasti akan berkoordinasi dengan perangkat desa dan para kadus," kilahnya.

Menurut Kades, sikap frontal yang dilakukan Arlias dan kelompoknya sengaja dilakukan untuk menggeser posisinya sebagai kepala desa. Apalagi yang bersangkutan dulunya merupakan pendukung dari kandidat calon kepala desa saingannya.

"Begitu terpilih sebagai kepala desa saya langsung merangkul seluruh warga. Bahkan pendukung saingan saya dijadikan perangkat desa seperti Arlias. Tak disangka kebijakan ini justru berdampak buruk bagi saya. Bayangkan saja tidak ada satupun program yang akan saya jalankan didukung oleh Arlias," sesalnya.

Kades berharap, masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik agar pembangunan di Desa Penantian tidak terhambat. "Saya jadi kades bukan mau cari musuh. Namun ingin memajukan Desa Penantian," pungkasnya. [sri]













Baca juga:
HEBAT CARANYA BIKIN WARGA BERDUYUN-DUYUN SERAHKAN SENPIRA
RUMAH BACA SEPERTI RUMAH HANTU
TIDAK JERA, WONG PRABU INI KEMBALI BERURUSAN DENGAN POLISI
PENYELUNDUPAN 2800 KUPU-KUPU LANGKA BERHASIL DIGAGALKAN
DEWAN SUMSEL: HANYA PINDAHKAN KEMACETAN


Komentar Pembaca






Berita Populer

Rakerda PAN Kacau, Herman Deru 'Balik Belakang'
Orang PAN Ingin “Aman”
Parigan 100 Persen Nyalon Bupati Banyuasin