Ganja Dilegalkan, 13 Perusahaan Rebutan untuk Menanamnya

Kesehatan  SABTU, 04 NOVEMBER 2017 , 12:30:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Ganja Dilegalkan, 13 Perusahaan Rebutan untuk Menanamnya
RMOL. Perusahaan-perusahaan di Denmark mulai mendaftarkan diri ke badan pengawas obat-obatan di negara tersebut untuk bisa menanam ganja. Karena pemerintah akan melegalkan ganja tahun depan untuk kepentingan.

Sebanyak 13 perusahaan telah mengajukan permohonan untuk menanam tanaman ganja ke Laegemiddelstyrelsen, sehingga mereka bisa membantu mengobati warga yang menderita berbagai penyakit seperti kanker dan sklerosis multipel.

Diberitakan BBC Indonesia, Sabtu (4/11), mulai Januari 2018 mendatang, penggunaan ganja dilegalisasi. Legalisasi sebagai bagian dari percobaan dan akan berlangsung selama empat tahun. Para pasien di negara tersebut dapat memperoleh ganja dengan resep dokter.


Tapi parlemen masih mengolah skema yang nantinya akan berjalan, sehingga beberapa ahli hortikultura, termasuk Jorgen K. Andersen dari perusahaan Dansk Gartneri, memilih untuk tidak mengajukan permohonan.

Andersen mengatakan kepada situs fyens.dk bahwa perusahaannya menunda untuk mengajukan permohonan karena "akan menghadapi berbagai peraturan yang sangat rumit" untuk menanam tanaman ganja tersebut.

Namun, beberapa perusahaan, berharap bisa menumbuhkan industri ganja Denmark dan mengekspor obat-obatan tersebut ke wilayah lain yang sama-sama melegalkan penggunaanya, untuk membantu mengurangi biaya para pasien, kata Radio Denmarks.

Saat ini, biaya yang diperlukan untuk merawat pasien dengan ganja adalah 6.000 krone atau sekitar Rp12,7 juta dalam sebulan kata Lars Tomassen, direktur Danish Cannabis kepada Radio Denmark.

Dengan izin ekspor pihaknya menargetkan setidaknya setengah dari biaya yang dibebankan. [ida]

Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pantau Jembatan Endikat

Pantau Jembatan Endikat

SABTU, 19 MEI 2018 , 13:33:00