RMOLSUMSEL

Home     


DI OKU, TAK KUNJUNG MENINGKAT KESADARAN UNTUK DONOR DARAH
SABTU, 21 OKTOBER 2017 , 16:25:00 WIB
LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

  

RMOL.  Tingkat kesadaran masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) untuk melakukan aksi donor darah masih rendah.

Penilaian itu disampaikan Sekretaris Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten OKU Yunizir Dzakfar.

"Kita akui kesadaran masih rendah untuk melakukan donor darah di OKU," kata dosen Fisip Unbara itu, Sabtu (20/10).

Menyikapi hal itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran donor darah ini. Sasaran sosialisasi ini diutamakan kepada pelajar.

Mengapa menyasar pelajar, sebab dijelaskan Yunizir, usia produktif donor darah pemula ini mulai dari 17 tahun ke atas dan maksimal usia 50 tahun lebih.

"Harapan kita mensosialisasikan ke pelajar ini targetnya bukan sekarang. Namun dua sampai tiga tahun kedepan. Dengan harapan melakukan aksi donor darah ini sebagai gaya hidup di OKU ke depannya," ucapnya.

Ia menjelaskan, di Kabupaten OKU ini perbulan dibutuhkan lebih kurang 500 kantong darah. Hal ini belum bisa terpenuhi, sebab stok di PMI tidak sampai sebanyak itu.

Meski demikian bukan berarti kebutuhan darah tidak terpenuhi. Kebutuhan darah tetap terpenuhi. Salah satunya dari pendonor pengganti. Seperti keluarga pasien. [ida]



Baca juga:


Komentar Pembaca






Berita Populer

Bupati Muak dengan Pejabat yang "Minta Alem"
Nikmat Sesaat: Buat Video Mesum, 5 Pelajar Ini Rasakan Akibatnya
Periksa Gigi Gratis di Rumah Sakit Gigi dan Mulut