Kurang Pedulinya Masyarakat Jadi Tantangan Camat Kertapati

PEMKOT PALEMBANG  KAMIS, 19 OKTOBER 2017 , 20:33:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Kurang Pedulinya Masyarakat Jadi Tantangan Camat Kertapati
RMOL. Sungai atau aliran air masih menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di beberapa kawasan di Kota Palembang. Hal itu juga terjadi pada hampir sebagian masyarakat di Kecamatan Kertapati, yang tinggal di pinggiran sungai.

Hal itupun diakui Camat Kertapati, Dwi Yudiansyah saat menerima kunjungan tim penilai pada penilaian keberhasilan Camat tingkat Kota Palembang tahun 2017 tingkat Kota Palembang tahun 2017 yang diadakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

"Jika berbicara soal sampah, inilah yang menjadi persoalan kami. Karena, tidak dapat dipungkiri masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan," jelasnya.

Dwi mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan pihaknya dalam memberikan kesadaran masyarakat, untuk tidak membuang sampah sembarangan. Salah satu upayanya, diberikan tong sampah disetiap wilayah.

"Saat saya pertama masuk sini, saya memiliki tantangam terbesar untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," sampainya.

Lebih lanjut disampaikan Dwi, sungai dan jalan raya masih menjadi pilihan masyarakat untuk membuang sampah tidak pada tempatnya.

Jadi, bukan hanya soal TPS, tapi perlu ada kesadaran penih masyarakat. Apalagi, kondisi Kecamatannya diperparah dengan batas wilayah antara Kertapati dan Kabupaten Ogam Ilir (OI) menjadi salah satu persoalan serius.

"Kondisi kita semakin terlihat kumuh, karena pada beberapa bagiam jalan, ada masyarakat yang berdomisili disebwramg jalan, membuang sampah di wilayah kami. Jadi hal itu jadi persoalan serius juga," tuturnya.

Dwi menerangkan, Kecamatan Kertapati terdiri dari enam kelurahan, diantaranya Kelurahan Kertapati, Kelurahan Ogan Baru, Kelurahan Kemas Rindo, Kelurahan Kemang Agung, Kelurahan Keramasan, dan Kelurahan Karya Jaya.

Untuk mensukseskan penhentasan kawasan kumuh di wilayahnya, selain menggalakkan program gotong royong seperti yang dicanangkan Walikota Palembang Harnojoyo, beberapa bantuan seperti pembangunan sarana fasilitas umum dari program Neighnorhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) dan beberapa program pengentasan kawasan kumuh lain yang dicanagkan Pemerintah Pusat.

"Ini jadi tantangan terbesar kami. Apalagi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam segala aspek, khususnya kebersihan," ulasnya.

Usia mendengarkan pemaparan dari Camat Kertapati, tim penilai diajak ke Kampung Serang RT 06 RW 03, Jalan KH M Said Lorong Kapuk, Kelurahan Karya Jaya. Kondisi kampung yang mayoritas masyarakatnya pendatang dari Serang Provinsi Banten ini, nampak bersih dan tertata.

Kondisi kampung tertata setelah program NUSP, baru saja selesai dilaksanakan dan rombongan tim meluhat sebuah kampung dengam sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). [yip]


Komentar Pembaca
Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00

Implementasi JKN KIS Hingga Akhir Desember 2018
Di Tepi Amu Darya

Di Tepi Amu Darya

Teguh Santosa19 Desember 2018 12:42

KPK Laporkan Kinerja Tahun 2018

KPK Laporkan Kinerja Tahun 2018

Ragam19 Desember 2018 12:34

Oppo R17 Pro Siap Terjun Di Indonesia

Oppo R17 Pro Siap Terjun Di Indonesia

Lifestyle19 Desember 2018 12:14

Pernyataan Prabowo Dinilai Wajar

Pernyataan Prabowo Dinilai Wajar

Politik19 Desember 2018 11:57