RMOLSUMSEL

Home     


MENTAN TARGET PANEN MUSIM KETIGA NAIK DUA KALI LIPAT
JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 17:53:00 WIB

RMOLSUMSEL
  

RMOL. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan panen padi pada musim ketiga yakni Oktober hingga Desember 2017 mencapai 1 juta hektare per bulan. Beras yang dihasilkan mencapai 3 juta ton per bulan sehingga ke depan dijamin tidak terjadi paceklik.

"Kunci agar tidak paceklik adalah kita menanam satu juta hektare pada Juli, Agustus, September. Di mana 70 tahun yang lalu itu sampai 2014 hanya tanam 50 persen yaitu 500 ribu hektare saat Juli, Agustus, dan September," jelas Amran saat panen padi bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, melakukan kunjungan kerja ke Desa Medanglayang, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, Jawa Barat pada Senin lalu (9/10), diberitakan RMOL.

Menurut Amran, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kebutuhan beras nasional per bulan sebanyak 2,40 juta ton. Karena itu, sebanyak 3 juta ton beras per bulan yang dihasilkan dipastikan mampu menjamin stok beras nasional. Sehingga Indonesia mampu memenuhi sendiri kebutuhan beras bahkan bisa surplus 600 ribu ton.

"Logikanya adalah kalau satu juta hektar dikali enam ton per hektare diperoleh enam juta ton gabah, dibagi dua jadi tiga juta ton beras. Kebutuhan kita 2,4 juta dan berarti surplus. Ini adalah panen ketiga kita. Kita mulai panen Oktober, November, dan Desember, jadi tidak ada paceklik," paparnya.

Amran mengatakan, upaya untuk meningkatkan produksi padi yakni dengan menanam padi dua kali lipat. Kemudian, melalui penggunaan alat mesin pertanian dengan pompanisasi dan alat musim pertanian juga dapat mempercepat tanam dan masa panen padi.

"Yang terpenting sekarang sudah hujan. Kalau sudah hujan, kita sudah tanam. Artinya, nanti Januari sudah bisa panen yang lebih besar lagi. Kita bersyukur, hujannya datang," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan. Misalnya, di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Jambi, Lampung, Jawa Barat, DIY, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTB, Maluku, Maluku Utara, semua wilayah Sulawesi, Papua Barat dan Papua.

Amran menambahkan, kondisi stok beras di Bulog saat ini mencapai 1,52 juta ton. Stok ini mampu memenuhi kebutuhan beras hingga tujuh bulan ke depan yakni April 2018.

"Kemudian, bulan Februari hingga April 2018 akan berlangsung panen raya padi, sehingga ketersediaan beras bertambah," tegas Amran, dalam keterangannya, Jumat (13/10). [sri]




















Baca juga:
SRI MULYANI DIKERJAIN SIAPA?
AKHIR PACEKLIK SFC 2 - PERSELA 0
SEPERTI INI PROGRAM MENTAN JADIKAN KOPI NOMOR SATU DUNIA
MENTAN BARENG KAPOLRI SAMBANGI TEMPAT PENGOPLOSAN BERAS
SETELAH EL-NINO, MUNGKIN SAAT INI BUKAN TAHUN IDEAL KELAPA SAWIT


Komentar Pembaca






Berita Populer

Kasihan, Istrinya Baru Melahirkan....
Mensinyalir Dikerjakan Asal Jadi, Pemuda Lengkiti Minta Jalan Dibongkar
Viral di Sosmed, Netizen Ungkap Identitas 2 Korban Tabrakan Mau