RMOLSUMSEL

Home     


JANGAN GUNAKAN ISU AGAMA DI PILPRES 2019
JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 12:58:00 WIB

ILUSTRASI/NET
  

RMOL. Pengamat politik Ari Junaedi menilai, isu agama kemungkinan besar masih akan digunakan pihak tertentu dalam menghadapi pemiliha umum, Pilpres 2019.

Strategi itu akan muncul terutama dari kontestan yang tidak punya cara lain dalam melawan popularitas petahana.

Pasalnya, isu agama masih sangat seksi untuk memengaruhi pilihan masyarakat, meski sangat berbahaya bagi demokrasi dan keutuhan NKRI.

"Bagi kontestan yang tidak punya strategi lain dalam melawan popularitas petahana yang sukses dalam masa pemerintahannya, maka tentu saja akan menggunakan segala cara. Termasuk menggunakan isu-isu agama dalam mengalahkan lawan di pilpres," ujar Ari seperti diberitakan JPNN, Jumat (13/10).

Ari mencontohkan seperti pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu, isu agama terbukti cukup efektif meruntuhkan elektabilitas pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang sudah menang di putaran pertama.

"Bangsa ini mempunyai luka yang dalam akibat dipergunakannya isu-isu agama dan sektarian. Harusnya itu (kasus di Pilkada DKI) menjadi yang terakhir di era Indonesia yang demokratis sekarang ini," ucapnya.

Ari mengingatkan, karena memainkan isu-isu agama sangat berbahaya bagi goyahnya sendi-sendi bernegara yang demokratis. Padahal Indonesia kini tengah berbenah untuk terus mematangkan sistem demokrasi yang ada.[rik]


Baca juga:
FADLI ZON: SEDERHANANYA, 61 PERSEN RAKYAT INGIN PRESIDEN BARU
PEMERINTAH DAN PENGEMBANG REKLAMASI JANGAN EGOIS
OSO BERSAMA MAHASISWA
PENGAMAT: JK TOKOH KUNCI PILPRES 2019
JADI KING MAKER, PRABOWO SUBIANTO AKAN LEBIH DIKENANG


Komentar Pembaca






Berita Populer

BUMI Sumsel Deklarasikan Cak Imin Cawapres
Jika Pilkada Sekarang, Ishak Mekki Langsung Jadi Gubernur Sumsel
Rakerda PAN Kacau, Herman Deru 'Balik Belakang'