RMOLSUMSEL

Home     


CAK IMIN SEPERTINYA LEBIH PAS DAMPINGI JOKOWI, GATOT BAKAL JADI SANDUNGAN
JUM'AT, 13 OKTOBER 2017 , 09:35:00 WIB

MUHAIMIN ISKANDAR/NET
  

RMOL. Nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto beberapa bulan terakhir ini santer disebut-sebut cocok mendampingi Jokowi di Pemilihan Presiden 2019.

Di internal Partai Persatuan Pembangunan, bahkan sudah ada wacana mengusung Gatot sebagai cawapres-nya Jokowi.  Sedangkan Novanto dijagokan internal partai yang dipimpinnya, Golkar.

Pengamat politik Ray Rangkuti justru berpendapat Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar lebih pas jadi cawapres Jokowi ketimbang Gatot ataupun Novanto. Terlebih, Muhaimin memiliki basis masa yang kuat di kalangan umat Islam.

"Dibanding Gatot dan Setya Novanto, Muhaimin memiliki potensi lebih besar mendampingi Jokowi. Mungkin saja, Muhaimin maju sebagai cawapres 2019," kata Direktur eksekutif Lingkar Madani (LIMA) ini.

Lebih lanjut Ray mengatakan, politisi sipil memang berpeluang menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019. Tapi, kata dia, modal elektabilitas dan basis massa yang kuat harus jadi syarat utama.

"Tokoh yang punya basis suara seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bisa menjadi contohnya," jelasnya.

Mengacu modal itulah, menurut dia, Cak Imin, panggilan beken Muhaimin, layak diperhitungkan karena punya basis massa yang kuat.

"Syarat populer, basis massa yang kuat jadi modal level cawapres untuk sipil dari parpol. Cak Imin sudah memiliki syarat kuat di basis massa Islam dan didukung partai," ujarnya.

Hanya saja, imbuh Ray, jalan Muhaimin tentu tak akan mudah. Pasalnya PKB harus bekerja keras untuk mendulang suara pada pilkada 2018, khususnya di luar Jawa.

"PKB harus kerja keras untuk meningkatkan elektabilitasnya Cak Imin. Memang, Cak Imin bisa disebut mewakili basis massa NU, akan lebih mudah mendapatkan dukungan dari  para kiai NU, khususnya para kiai sepuh yang sangat disegani di NU. Sehingga, untuk Cak Imin hanya diperlukan melengkapi penyebaran basis massa di luar NU dan di luar Jawa," jelasnya.

Sementara, kata dia, Gatot dan Setya Novanto justru akan menjadi batu sandungan bagi Jokowi di Pilpres 2019. Gatot tidak punya basis massa yang jelas.

"Gatot diperkirakan hanya mendulang suara dari sebagian pendukung Prabowo Subianto. Sedangkan jika memilih Setya Novanto sangat rawan, karena tersandung kasus hukum," urainya.[wid]


Baca juga:
SIPOL JADI KENDALA PARPOL DAFTAR KE KPU
DIN SYAMSUDDIN: JANGAN SINIS DAN CURIGA DENGAN PANGLIMA GATOT
PROMOSI DOKTOR KEHORMATAN UNTUK CAK IMIN DIPERTANYAKAN
POLITISI PDIP: SEBAIKNYA PANGLIMA TNI STOP BIKIN KEGADUHAN
RELAWAN JOKOWI MINTA KPK USUT ALIRAN DANA KE MUHAIMIN


Komentar Pembaca






Berita Populer

Inilah Nama-nama Calon Kepala Daerah yang Diusung PDIP
Kasihan! Titiek Soeharto Hanya Dijadikan Korban Permainan Politik...
Demokrat Serahkan SK Dukungan Untuk Harnojoyo-Fitri