RMOLSUMSEL

Home     


ALASAN GAJI MENURUN, SALESMAN NEKAT GELAPKAN UANG PERUSAHAAN
LAPORAN: RAHMAT SANDI
SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 08:03:00 WIB

  

RMOL. Dengan alasan gajinya diturunkan sejak pergantian bos baru, Ahmad Jauhari Novianto (33) seorang salesman di PT. Everbright nekat memalsukan dokumen (nota) pembelian dari konsumen yang memesan barang ke perusahaannya.

Diketahui aksi yang dilakukannya tersebut telah berlangsung sejak setahun yang lalu dan telah merugikan perusahaan sebesar Rp 400 juta.

Tak pelak, atas perbuatannya itu warga yang tinggal di Jalan Kapten A. Sastro, Lorong Toyib Kelurahan Sei Pangeran, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang ini harus diseret Pihak Kepolisian Mapolresta Palembang guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Pelaku kita amankankan berdasarkan adanya laporan dari pihak PT," ujar Kasat Intelkan Polresta Palembang, Kompol Mario Invary melalui Kasubnit Intelkam, Aiptu Aviv Sancoko, Senin (9/10) malam.

Untuk modus oprerandi yang digunakan, lanjut Aviv, pelaku memalsukan nota pembelian konsumen. Dimana pada saat terjadi jual beli antata pihak pt dan konsumen, pelaku selaku dari pihak pt membuatkan nota palsu serta tanda tangan palsu.

"Dari nota pembelian ini, pelaku maeraup keuntungan sebesar Rp 300 ribu sampai 400 ribu pada setiap pembelian dengan nominal minimum Rp 2 juta,"terangnya.

Aviv menegaskan, pihaknya juga telah mengamankan nota-nota palsu yang digunakan pelaku selama aksi melakukan aksi kejahatannya, "selain pelaku kita juga mengamankan barang bukti nota-nota hasil kejahatannya, dan atas ulahnya pelaku terancam dua pasal, yakni Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dan tanda tangan, dengan ancaman kurungan 8 tahun,"tegasnya.

Sementara pelaku, dengan muka lusuhnya hanya tertunduk malu saat petugas Unit Intelkam Polresta Palembang yang menggiringnya sepulang dari mengirim barang, tepatnya didaerah simpang empat Patal, Senin (9/10) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Tadi saya habis ngirim barang pak, terus kaget tiba-tiba dibawa pak polisi kesini,"kata Jauhari yang ditemui bersamaan.

Meski sempat mengelak telah melakukan aksinya, namun akhirnya Jauhari mengakui semua perbuatannya setelah petugas memperlihatkan bukti-bukti kejahatannya.

"Iya pak, saya melakukannya, tapi tidak sekaligus. Dari setiap pembelian saya ambil untung Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu dari pembayaran konsumen diatas Rp 2 juta secara cash, yang kredit tidak saya ambil uangnya,"ungkap bapak dua anak ini.

Menurutnya, aksi tersebut dilakukannya karna kondisi ekonomi keluarganya yang mulai tidak stabil saat gajinya menurun sejak pergantian pimpinan di Perusahaannya.

"Gaji saya turun pak sejak ganti bos. Terpaksa saya melakukannya karena mau bayar kontrakan, cicilan mobil, cicilan motor belum lagi kebutuhan hidup keluarga saya,"kilahnya. [yip]


Baca juga:
TAKSI ONLINE DAN KONVENSIONAL DIMINTA JANGAN RIBUT LAGI


Komentar Pembaca






Berita Populer

Lima Terduga Teroris di 3 Tempat Diamankan
Tabrak Truk Parkir di Pinggir Jalan, 2 Pelajar Tewas Seketika
Pengacara: Ke Mabes Polri, Uztad Somad Laporkan Masalah Pribadinya