RMOLSUMSEL

Home     


INI BUKTI TAK ADA PENURUNAN DAYA BELI VERSI HANURA
SELASA, 10 OKTOBER 2017 , 07:35:00 WIB

ILUSTRASI/NET
  

RMOL. Ketua Fraksi Partai Hanura DPR Nurdin Tampubolon setuju dengan pernyataan Presiden Jokowi bahwa tidak ada menurunan daya beli masyarakat. Untuk meyakinkan publik, dia pun membeberkan bukti-bukti yang menunjukkan tidak ada penurunan daya beli itu.

”Lihatlah sekarang, harga-harga masih bisa dipertahankan. Suplai barang terjaga dan inflasi cukup stabil. Kemudian, kita lihat juga perekonomian di kota dan di desa stabil. Tidak ada kekurangan pangan. Jadi, tidak perlu ada hal yang dirisaukan,” jelas anggota Komisi XI DPR ini, Senin (9/10).

Dengan data-data ini, kata Nurdin, dapat disimpulkan bahwa perekonomian nasional dalam kondisi baik. Kalau pun tidak bisa disebut terjadi naik, perekonomian nasional saat ini minimal sama dengan kondisi yang terjadi di tahun lalu.

”Kalau penurunan, belum saya lihat. Saya justru lihat menguat, walau tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Nurdin tak mau mendebat penyataan-pernyataan para petinggi partai oposisi seperti Gerindra, PKS, dan Demokrat, yang menyatakan telah terjadi penurunan daya beli masyarakat. Dia juga tidak mau berburuk sangka atas penyataan-pernyataan tersebut. Baginya, pernyataan itu hal biasa dan terjadi karena orang-orang dari partai tadi hanya memotret satu daerah saja.

”Kalau ada pernyataan-pernyataan dari teman-teman (partai oposisi), bisa saja mereka melihat di beberapa tempat seperti itu. Tapi, yang saya lihat di masyarakat, kalau pun tidak menguat, relatif sama. Saya sendiri melihat kecenderungan menguat,” imbuhnya.

Dengan kondisi ini, Nurdin optimistis perekonomian Indonesia bakal lebih baik lagi. Terlebih, Pemerintah punya modal bagus untuk terus meningkatkan perekonomian. Berdasarkan berbagai survei, kepercayaan publik kepada Pemerintah cukup tinggi.

Demi terus meningkatkan perekonomian, Nurdin menyarankan agar Pemerintah menjaga suku bunga acuan. Sejak era pemerintahan Jokowi-JK, suku bunga acuan Indonesia terus turun, demi menurunkan bunga kredit menjadi satu digit. Namun, di saat yang sama, bank sentral AS, The Fed, dan beberapa negara lain justru menaikkan suku bunga acuan.

”Kami menyarankan kepada Pemerintah agar suku bunga kita berdaya saing dengan negara-negara tetangga. Memang tidak bisa sekaligus, harus bertahap, tergantung kondisi moneter kita. Menyangkut nilai tukar dan inflasi,” tandasnya. [sam]


Baca juga:
PEMERINTAH JANGAN ANGGAP SEPELE PENURUNAN DAYA BELI
JANJIAN MAU 'PENGAJIAN', UJUNGNYA ADITYA-SUDIWARDONO DICIDUK KPK
JOKOWI TIDAK PERLU TAKUT BERHENTI JADI PRESIDEN
USUL MENKO LUHUT JUAL BUMN MENYESATKAN
FADLI ZON: 5 RIBU SENJATA ITU KAYAK ORANG MAU PERANG


Komentar Pembaca






Berita Populer

Wow.. Fashion Selebriti Ternama Hadir di Citimall Baturaja
Harno: Bank Palembang Harus Seperti Bank SumselBabel
Pelanggan HALO Telkomsel Kembali Bagi Bonus Buat Kamu..