Pemerintah Jangan Anggap Sepele Penurunan Daya Beli

Ekonomi  MINGGU, 08 OKTOBER 2017 , 09:20:00 WIB

Pemerintah Jangan Anggap Sepele Penurunan Daya Beli
RMOL. Pemerintah diminta tidak menganggap sepele adanya penurunan daya beli masyarakat yang terjadi sekarang ini, apalagi sampai dikaitkan dengan isu politik menjelang Pemilu 2019.

"Penurunan daya beli jangan dianggap sebagai hal sepele dan nyeleneh, apalagi disangkutkan dengan isu yang seolah-olah digoreng partai oposisi. Yang jelas bagaimanapun fakta dari data BPS dan di lapangan bahwa daya beli memang menurun," jelas anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan kepada wartawan, Minggu (8/10).

Dia menjelaskan, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2017 tercatat 5,01 persen. Angka itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,18 persen. Penurunan ditandai oleh penurunan konsumsi rumah tangga yang menjadi indikator mengukur daya beli.

"Konsumsi rumah tangga kuartal II-2017 juga hanya mencapai 4,95 persen, atau naik tipis dibandingkan kuartal sebelumnya yang pertumbuhannya 4,94 persen. Perlambatan juga terlihat dari konsumsi rumah tangga pada kuartal dua tahun lalu yang mencapai 5,07 persen," papar Heri.

Dia menambahkan, lemahnya daya beli masyarakat juga tidak tertutup kemungkinan akibat arah kebijakan ekonomi yang belum mampu menciptakan trikcle down effect. Karena itu, Heri mengimbau sebaikanya pemerintah memastikan tidak adanya distorsi pada daya beli masyarakat.

"Semua masih didominasi oleh sektor finansial tak langsung, sehingga sektor-sektor produktif masih loyo," imbuhnya. [wah] 

Komentar Pembaca
Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00