Percayalah, Kandidat Cagub Potensial yang Beredar Bakal Tereliminasi

Politik  KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 , 11:55:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Percayalah, Kandidat Cagub Potensial yang Beredar Bakal Tereliminasi

Yudi Purna NugrahaRMOLSUMSEL

RMOL. Jika melihat dari nama-nama yang telah beredar sejak tahun lalu hingga sekarang, beberapa kandidat calon gubernur (Cagub) Sumatera Selatan (Sumsel) semuanya sangat potensial untuk berkompetisi menuju kursi Sumsel satu 2018 mendatang.

Ya, dilihat dari namanya saja, mereka semua itu adalah orang-orang beken dengan prestasi mentereng. "Peluru" juga banyak.

Ada yang masih menjabat kepala daerah (Kada), ada pula yang mantan Kada merangkap ketua partai politik (parpol) pula. Termasuk ada diantaranya yang merupakan pensiunan TNI/ Polri.

Kita sebut saja mulai dari H Ishak Mekki (Wagub Sumsel), H Aswari Rivai (Bupati Lahat), H Herman Deru (mantan Bupati OKU), H Syahrial Oesman (mantan Gubernur Sumsel).

Adapula nama bupati Muba Dodi Reza Alex, mantan Walikota Palembang Edy Santana Putra, ketua DPRD Provinsi Giri Ramanda Kiemas, mantan Bupati Ogan Ilir (OI) Mawardi Yahya, termasuk Bupati Muaraenim H Muzakir Sai Sohar.

Beberapa diantara mereka itu ada juga yang merangkap ketua Parpol, bahkan level provinsi.

Tak ketinggalan, sosok purnawirawan TNI dan Polri yang gambarnya sudah berseliweran di jalanan yakni mantan Pangdam II/ Swj Mayjen TNI Purn H Iskandar M Sahil dan mantan Kabareskrim Polri Komjen Purn H Susno Duaji.

"Soal Pilgub ini konstelasinya memang sedang ramai. Kalau dilihat dari nama-namanya, saya kira semuanya potensial," sebut Yudi Purna Nugraha, politisi termuda di DPRD OKU asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Meski begitu, bisa dipastikan secara hitung-hitungan parpol. Kandidat-kandidat Cagub yang beredar itu pasti ada yang tereliminasi. Paling tidak kata Yudi, tereliminasi rekomendasi partai.

"Ya melihat konstelasinya, pasti ada yang tereliminir karena terganjal syarat dukungan partai politik," katanya.

Lalu siapa saja yang berpeluang jadi? Ditanya demikian, Yudi mengaku tidak bisa memprediksinya. Karena politik itu cair. Hari ini bisa A, besok bisa berubah jadi B.

"Saya tidak bisa memprediksi siapa saja diantara mereka yang pasti maju termasuk siapa berpasangan dengan siapa nanti. Karena politik masih mencair. Dan masing-masing kandidat ini juga masih memperjuangkan elektabilitas masing-masing," jelasnya.

Yang pasti menurut ketua Komisi I DPRD OKU itu, penting bagi seorang kandidat atau parpol untuk mempertimbangkan faktor kewilayahan bagi pasangan Cagub-Cawagubnya nanti.

"Tanpa kita sebut, seorang calon pasti memikirkan faktor wilayah untuk pasangannya masing-masing," demikian Yudi. [sri]









Komentar Pembaca
Guru Honorer Terima SK

Guru Honorer Terima SK

KAMIS, 26 APRIL 2018 , 18:53:00

Pagaralam Direndam Banjir

Pagaralam Direndam Banjir

MINGGU, 22 APRIL 2018 , 21:47:00

Rara Sosialisasi Asian Games

Rara Sosialisasi Asian Games

SELASA, 22 MEI 2018 , 07:45:00