DPRD Bakal Regulasi Zona Patahan di Area Pengeboran

Politik  KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 , 09:55:00 WIB | LAPORAN: DEDE SUHEN

DPRD Bakal Regulasi Zona Patahan di Area Pengeboran

Ketua DPRD Kota Prabumulih, H Ahmad Palo /RMOLSUMSEL

RMOL. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih akan mempelajari hasil kajian tim ahli Universitas Sriwijaya (Unsri) terkait adanya patahan atau sesar di Dusun 3 Desa Tanjung Menang serta di daerah lainnya di Kota Prabumulih.

Ketua DPRD Kota Prabumulih, H Ahmad Palo mengatakan dengan diketahuinya kawasan-kawasan berbahaya tersebut, nantinya akan dibuat regulasi tentang penentuan zona-zona berbahaya.

"Untuk itu kita akan minta salinan hasil kajian Unsri tersebut. Nanti akan kita kaji lebih mendalam untuk menentukan kawasan mana saja yang rentan untuk dibuat pemukiman," ungkapnya.

Dengan diketahuinya kawasan rentan untuk dibuat pemukiman tersebut, lanjut Palo, nantinya akan dibuat regulasi larangan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

"Selain pemukiman, kita juga akan buat regulasi larangan pengeboran atau penggalian sumur untuk air minum," terangnya.

Dengan adanya regulasi tersebut, terang Palo, diharapkan dapat melindungi masyarakat dari rentannya struktur bawah tanah di kawasan patahan atau sesar.

"Kalau tidak dibuat regulasi dikhawatirkan kejadian semburan akan terulang," terangnya.

Sebelumnya, tim ahli Universitas Sriwijaya (Unsri) Endang Wiwik menuturkan bahwa Kota Prabumulih terletak di kawasan patahan atau sesar yang mana sumber-sumber minyak bumi berada di sekitar patahan. Sehingga kawasan pengeboran rentan untuk dijadikan area pemukiman.

"Kawasan itu sangat rentan terjadinya pergeseran tanah, ditambah lagi adanya aktifitas pengeboran di permukaan tanah sehingga rawan untuk dijadikan pemukiman," tuturnya.[sri]







Komentar Pembaca
Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

Pawai Obor Keliling Kota Sekayu

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 23:33:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00