RMOLSUMSEL

Home     


RAZIA PCC, TIM GABUNGAN GRUDUK APOTEK DAN TOKO OBAT
SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 , 20:40:00 WIB

  

RMOL. Untuk mengantisipasi peredaran obat Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) yang sekarang diduga marak beredar di kalangan masyarakat, Polres Lubuklinggau menerjunkan petugas gabungan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Lubuklinggau bersama BNN Kota Lubuklinggau dan Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau merazia sejumlah apotek di pusat perkotaan Kota Lubuklinggau, Selasa (26/09).

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara mengatakan langkah ini sebagai antisipasi beredarnya dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. H,al ini untuk menepis kekhawatiran obat PCC masuk ke wilayah Kota Lubuklinggau.

"Diperintahkan kepada jajaran untuk mengantisipasi dan melakukan razia mengenai obat keras PCC, baik di apotek dan toko obat  serta  Distributor (Gudang) Obat-obatan," ujarnya.

Diterangkannya, obat yang mengandung Karisoprodol ini sebenarnya sudah dilarang beredar sejak Tahun 2013 yang lalu dan ditarik dari peredaran, namun obat PCC kembali beredar dan menelan korban.

Razia tadi siang  langsung dipimpin oleh Kaur Bin Ops (KBO) Sat Res Narkoba Polres Lubuklinggau, Iptu Dadang R yang sebelumnya telah menyampaikan arahan kepada Tim Gabungan di Polres Lubuklinggau untuk menggelar razia ke tempat-tempat yang menyediakan berbagai jenis obat.  

"Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak beredarnya obat PCC  yang penyalahgunaannya bisa menyebabkan berhalusinasi tingkat tinggi bahkan kematian," tegas Dadang.

Polres mengimbau kepada para Pemilik, Penanggung Jawab dan Apoteker Apotik, Toko Obat, dan Gudang/Distributor Obat, petugas melakukan penjelasan agar tidak menjual-belikan obat seperti itu .

"Kepolisian bersama BNN dan Dinas Kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk antisipasi masuknya obat PCC. Karisoprodol ini merupakan bahan baku obat keras yang efek sampingnya sangat berbahaya jika digunakan tanpa petunjuk dokter. Agar tidak menjual Obat khususnya Obat Keras tersebut tanpa resep Dokter dan Prosedur yang dilarang Undang-undang serta agar melaporkan kepada Pihak berwajib jika ada orang-orang yang dicurigai dalam pembelian obat," pintanya.

Selain PCC, Satuan Reserse Narkoba juga memeriksa jenis obat lainnya yang rawan disalahgunakan, seperti obat bauk, tramadol, hexymer dan lain-lain. Dalam pelaksanaan razia ini tidak ditemukan adanya PCC atau obat ilegal tetapi jika di kemudian hari ditemukan adanya penjualan obat PCC tersebut, maka apotek maupun distributor obat akan terancam sanksi, baik administrasi hingga pencabutan izin usaha.[prades/rik]


Baca juga:
SEPI DAN TERKUNCI
MASIH SIANG, TAPI CUMA SEEKOR ANJING YANG TERLIHAT DI PUSKESMAS INI
SETELAH MENUNGGU PULUHAN TAHUN, DAERAH PERBATASAN ME-LAHAT DIALIRI AIR BERSIH
RAKYAT LEBIH PERCAYA JENDERAL GATOT KETIMBANG WIRANTO
SEBULAN TAK TEMPATI, TENDANYA DIAMBIL ALIH


Komentar Pembaca






Berita Populer

Jahe Merah Ampuh Atasi Gangguan Pencernaan, Mudah Lagi..
Agar Tidur Malam Nyaman dan Nyenyak, Ini Rahasianya...
Rekrutmen Peserta PBI BPJS Kesehatan Bermasalah, Gimana Mau Sehat?